Hingga hari ini menurut Wijayanto, aktifitas di perusahaan tidak ada kendala yang berarti, operasional perusahaan kembali berjalan normal seperti sedia kala. Dan, untuk memberikan jaminan keamanan, personel TNI Polri sudah ditempatkan di Pos-pos yang strategis sekitar PT GNI.
Baca juga : 16 Pekerja Lokal PT GNI Terancam 5 Tahun Penjara, Seorang Lagi 12 Tahun Penjara
“Saya bersama bapak Mugni selaku HRD PT GNI menyampaikan bahwa sampai dengan malam hari ini situasi PT GNI sudah sangat aman dan terkendali,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, PT GNI mulai beroperasi hari ini, Selasa (17/1/2023), setelah sempat tak beroperasi selama dua hari, yaitu sejak Ahad (15/1/2023) hingga Senin (16/1/2023), usai insiden rusuh akibat bentrok antara pekerja China dengan pekerja lokal.
Bentrok tersebut menimbulkan dua korban jiwa masing-masing seorang pekerja asal China inisial XE (30) dan seorang pekerja lokal inisial MS (19) asal Pare-pare Sulawesi Selatan. Selain itu, 71 pekerja lokal diamankan dan untuk sementara, 17 orang di antaranya sudah ditetapkan tersangka karena dianggap sebagai provokator insiden kerusuhan.
Baca juga : PT GNI Kembali Beroperasi Hari Ini Usai Insiden Bentrok Pekerja China dan Lokal
Keputusan kembali memulai operasional pasca-bentrok antar pekerja China dengan pekerja lokal ditempuh pihak PT GNI dengan mempertimbangkan adanya pengamanan dari TNI Polri. Ratusan personel TNI dan Polri dikerahkan untuk pengamanan.
PT GNI Kembali Beroperasi Hari Ini Usai Insiden Bentrok Pekerja China dan Lokal
PT GNI Kembali Beroperasi – Pekerja lokal PT GNI mulai berdatangan. Foto: Humas Polda Sulteng
Terlebih lagi, sehari sebelumnya, Senin (16/1/2023), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan industri pengolahan nikel (smelter) PT GNI di Morowali Utara, Sulteng akan kembali memulai kegiatan operasional pada esok hari (Selasa, 17 Januari 2023).
“Jadi keputusan untuk beroperasi kembali ini diputuskan oleh perusahaan setelah melihat bahwa dari sisi pengamanan yang kita siapkan semuanya mendukung untuk kegiatan tersebut bisa operasional kembali,” kata Kapolri dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/1/2023). (teraskabar)






