Senin, 12 Januari 2026

Pengepungan Rumah Sakit Al-Shifa Gaza, Pasien dan Staf Medis Berpuasa Dua Hari Berturut-Turut Tanpa Sarapan

Pengepungan Rumah Sakit Al-Shifa Gaza, Pasien dan Staf Medis Berpuasa Dua Hari Berturut-Turut Tanpa Sarapan
Tentara pendudukan Israel lanjutnya, juga melucuti pakaian dokter, perawat, dan pasien di halaman Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Foto: Istimewa

Gaza, Teraskabar.id– Pasien dan staf medis yang ditahan di Kompleks Medis Al-Shifa melanjutkan puasanya selama dua hari berturut-turut tanpa sarapan karena kekurangan air dan makanan akibat pengepungan oleh pasukan pendudukan.

“Orang-orang tersebut adalah dokter, perawat, pasien, jurnalis, dan pengungsi sipil Palestina yang berada di dalam Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza,” demikian isi pesan Kepala Biro Media Pemerintah Palestina di Gaza, Usmail Abu Tsawbitha melalui platform Telegram Kementerian Kesehatan Paalestina/Gaza.

Baca jugaDi Hadapan Mata Dunia, Genosida Kembali Terjadi di Rumah Sakit Al-Shifa Gaza

Pengepungan Rumah Sakit Al-Shifa Gaza, Pasien dan Staf Medis Berpuasa Dua Hari Berturut-Turut Tanpa Sarapan

Kementerian Kesehatan menyerukan kepada semua lembaga internasional untuk menghentikan kejahatan terhadap pasien, korban luka, dan staf medis di dalam rumah sakit.

Tentara pendudukan Israel lanjutnya, juga melucuti pakaian dokter, perawat, dan pasien di halaman Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.

Baca juga: Forum Media Palestina Mengecam Keras Penangkapan Koresponden Al Jazeera di Gaza

164 hari telah berlalu sejak genosida di Gaza, dan hal ini masih terus berlanjut di mata dunia.

“Hari ini adalah yang ke 165 berturut-turut… dan di hadapan mata dunia… kejahatan pendudukan Israel terus berlanjut terhadap warga sipil Palestina yang diculik dari Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, dalam keadaan hampir telanjang,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, kebakaran terjadi di gerbang Kompleks Medis Al-Shifa, sebelah barat kota Gaza, Palestina, Senin (18/4/2024). Peristiwa tersebut menyebabkan kasus sesak napas terjadi di antara para pengungsi perempuan dan anak-anak di rumah sakit, komunikasi terputus, dan para pengungsi terjebak di dalam gedung bedah khusus dan di ruang gawat darurat di Gedung 8.

  Rembuk Nelayan Sulteng, Mendorong Kesejahteraan Lewat Program Berani Tangkap Banyak

Akibatnya, sejumlah korban tewas dan terluka, dengan ketidakmampuan paramedis untuk menyelamatkan korban luka karena kepadatannya.

Baca jugaDua Hari Berturut-turut, Pasien Sembuh di Sulteng Lebih Banyak dari Kasus Harian Positif

“Kebakaran dan menargetkan siapa pun yang mendekati jendela adalah kejahatan lain terhadap institusi Kesehatan,” kata Kepala Biro Media Pemerintah Palestina di Gaza, Ismail Abu Tsawabitha seperti dikutip di platform Telegram Kementerian Kesehatan Palestina/Gaza.

Kementerian Kesehatan menyerukan kepada semua lembaga internasional untuk segera menghentikan pembantaian terhadap orang sakit, orang terluka, pengungsi, dan staf medis di rumah sakit.

Ia menambahkan, penyerbuan Kompleks Medis Al-Shifa oleh tentara pendudukan dengan tank, drone, dan senjata, serta penembakan di dalamnya, merupakan kejahatan perang yang menegaskan niat sengaja pendudukan untuk menghilangkan sektor kesehatan dan menghancurkan rumah sakit.

Menurutnya, penyerbuan mengancam nyawa ribuan orang di dalam Kompleks Medis Shifa, sebuah kejahatan perang yang menambah catatan hitam tentara pendudukan, yang masih melakukan berbagai kejahatan dan pembantaian, dan masih berniat menghilangkan dan menghancurkan sektor kesehatan. rumah sakit. (teraskabar)