Palu, Teraskabar.id – Kepala BPS Kota Palu, G. A. Nasser menjelaskan, dari sisi frekwensi jumlah penerbangan melalui Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu pada Agustus 2023, terdapat 766 kali frekwensi penerbangan.
Bila membandingkan dengan bulan sebelumnya, Juli 2023, tercatat frekwensi penerbangan 776 kali penerbangan. “Di sini dari frekwensi penerbangan nampak terjadi penurunan jumlah frekwensi penerbangan melalui bandar penerbangan Mutiara Sis Aljufri Palu sebesar 1,29 persen,” kata G. A. Nasser melalui press rilis BPS Kota Palu yang dilaksanakan setiap awal bulan berjalan.
Sedangkan untuk jumlah penumpang, jumlah penumpang yang berangkat (departure) dan datang (arrival) pada bulan Agustus 2023 sebanyak 66.668 orang. Dibandingkan dengan bulan Juli 2023, yaitu sebanyak 73.504 orang atau mengalami penurunan sebesar 9,30 persen.
Baca juga: 40 Nelayan Terima Sertifikat SOR dan 6 ISR bagi Pemilik Kapal Penangkap Ikan di Parimo
Bila membandingkan dengan periode Agustus 2022 katanya, terjadi peningkatan jumlah penumpang yang berangkat (departure) dan datang (arrival) sebesar 24,09 persen (53.726 orang).
Secara kumulatif, selama periode Januari-Agustus 2023, jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 241.910 orang, meningkat 82,10 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022, sementara itu jumlah penumpang yang datang sebanyak 242.057 orang, atau selama periode 2023 mengalami peningkatan sebesar 133,10 persen. Selama periode JanuariAgustus 2023, terjadi peningkatan frekuensi penerbangan baik pesawat berangkat maupun datang, masing-masing naik sebesar 63,24 persen dan 63,28 persen.
Baca juga: Kasus Harian Melonjak, Dinkes Sulteng Kirim Sampel ke Jakarta untuk Pastikan Varian Covid-19
“Ini pola umum terjadi setiap tahunnya, di mana bulan Juli adalah puncaknya penggunaan angkutan udara, sedangkan pada bulan Agustus cenderung turun. Ini mungkin ada kaitannya dengan mobilitas, mobilitas ini ada kaitannya dengan faktor bisnis dengan pemerintah maupun masyarakat umum, termasuk anak-anak sekolah yang mau melanjutkan sekolahnya ke tingkat berikutnya,” ujarnya.
Penumpang di Pelabuhan Pantoloan
Sementara itu, untuk transportasi laut, nampak frekwensi pelayaran yang beroperasi di Pelabuhan Pantoloan juga mengalami penurunan, yaitu 55 kali di bulan Juli 2023 menjadi 47 kali di bulan Agustus 2023.
“Ini juga terjadi penurunan sebesar 14,55 persen jika dibandingkan dengan kondisi Juli 2023,” kata Nasser.
Penurunan frekswensi pelayaran tersebut lanjutnya, berimbas pada jumlah penumpang melalui pelabuhan Pantoloan. Hal itu terlihat dari aktivitas masyarakat yang bepergian menggunakan transportasi laut melalui Pelabuhan Pantoloan Palu tercatat 2.329 penumpang berangkat dan 2.114 penumpang datang atau total 4.443 orang.
Sementara pada bulan Agustus 2023, total jumlah penumpang melalui Pelabuhan Pantoloan sebanyak 15.045 orang.
Baca juga: Gelombang III Covid-19, Sulteng Menunggu Keputusan PPKM dari Pemerintah Pusat
Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penumpang yang datang maupun yang berangkat terjadi penurunan drastis masing-masing 70,27 persen dan 70,77 persen dibandingkan kondisi Agustus 2023. Atau secara komulatif penurunanya sebesar 70,51 persen.
Sementara itu, volume barang yang dibongkar pada Agustus 2023 sebesar 1.209 ton. Pada Agustus 2023, tidak terdapat muat barang pada pelabuhan pantoloan. Dibandingkan periode yang sama tahun 2022, frekuensi pelayaran yang beroperasi di Pelabuhan Pantoloan secara akumulatif selama Januari-Agustus 2023, mengalami penurunan sebesar 21,05 persen. Sementara jika dipantau dari jumlah penumpang pada bulan JanuariAgustus 2023, jumlah penumpang berangkat mengalami peningkatan sebesar 22,81 persen dan untuk penumpang yang datang mengalami penurunan sebesar 4,34 persen. Untuk volume barang yang dibongkar turun sebesar 66,76 persen sementara volume barang yang dimuat naik sebesar 93,69 persen.
Baca juga: Saksi Mata Ungkap Detik-detik Pesawat China Kecelakaan Jatuh ke Bukit
“Penurunan jumlah penumpang tersebut dikarenakan pada bulan Agustus 2023, sejumlah kapal mengalami perbaikan atau kapal masuk dok sehingga mengakibatkan frekwensi pelayaran dan penggunaan peumpang oleh masyarakat melalui kapal laut mengalami penurunan pada bulan Agustus 2023,” ujarnya. (teraskabar)







