Palu, Teraskabar.id- Kota Palu mengalami deflasi tertinggi kedua di kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) pada periode Mei 2022, setelah sebelumnya mengalami inflasi sebesar 1,42 persen.
Berdasarkan laporan BPS, selama Mei 2022, Kota Palu mengalami deflasi sebesar 0,19 persen.
Baca juga : Tertinggi Tiga Tahun Terakhir, Inflasi Maret 2022 (YoY) Mendekati Kondisi Pasca Gempa Palu
Kepala BPS Kota Palu, G.A Nasser menjelaskan, kondisi deflasi yang dialami Kota Palu karena dipengaruhi penurunan indeks harga/deflasi yang terjadi pada tiga kelompok. Penurunan indeks harga tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,52 persen. Diikuti kelompok pakaian dan alas kaki, serta kelompok kesehatan masing-masing sebesar 0,14 persen. Disusul kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02
persen.
Baca juga : Lantik Sembilan Pejabat Tinggi Pratama, Bupati Poso: Promosi Jabatan Jangan Diartikan Negatif
Sebaliknya peningkatan indeks harga/inflasi yang tertinggi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 1,01 persen. Selanjutnya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,50 persen. Kemudian kelompok perlengakapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,37 persen.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,15 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,10 persen.
“Sedangkan pada kelompok pendidikan serta penyediaan makanan dan minuman/ restoran pada bulan ini terpantau stabil,” kata Kepala BPS Kota Palu G.A Nasser dikutip dari rilis BPS Kota Palu, Kamis (2/5/2022).







