Gaza, Teraskabar.id – Menurut laporan dari pertahanan sipil Palestina, diperkirakan masij ada 10.000 warga Palestina yang terkubur di bawah reruntuhan bangunan akibat serangan udara pasukan zionist.
Diperlukan waktu 2 hingga 3 tahun untuk dapat menemukan seluruh jenazah kecuali dengan menggunakan peralatan penggalian, yang telah dihancurkan oleh Israel, segera diganti dan diizinkan masuk ke wilayah Gaza.
Dalam siaran pers yang diterbitkan pada Selasa (30/4/2024), pertahanan sipil juga memperingatkan adanya penyebaran penyakit dari jenazah yang membusuk.
Baca juga: Militer Israel Melakukan Pembantaian di 7 Lokasi dalam 24 Jam Terakhir, 72 Orang Syahid
Dikatakan bahwa suhu tinggi di musim panas kemungkinan akan meningkatkan ancaman epidemi, karena panas mempercepat pembusukan jenazah.
“Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil memperbarui seruannya kepada semua pihak terkait, yang dipimpin oleh PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia untuk segera melakukan intervensi”.
Setelah sebagian besar pasukan Israel menarik diri dari daerah wilayah Gaza pada tanggal 7 April 2024, tim penyelamat telah mampu mencapai daerah yang sebelumnya dianggap tidak dapat diakses.
Mereka telah menemukan lebih dari 700 jenazah di kuburan massal di rumah sakit al-Shifa dan rumah sakit Nasser, yang merupakam dua fasilitas kesehatan terbesar di wilayah tersebut.
Baca juga: Kebiadaban Zionis Israel di Kompleks Medis Al-Shifa, 400 Warga Sipil Syahid
Namun, mereka mengatakan upaya mereka terbatas karena kurangnya alat berat untuk melakukan penggalian.
“Anggota pertahanan sipil di wilayah utara Gaza memulai upaya ini, dengan dukungan warga dan relawan dengan menggunakan peralatan sederhana yang tersedia”, kata mereka.
Para pejabat Palestina sebelumnya memperkirakan masih ada 7.000 orang di bawah reruntuhan yang belum ditemukan dan oleh karena itu jumlah tersebut tidak tercatat dalam jumlah korban syahid oleh Kementerian Kesehatan, yang saat ini mencapai lebih dari 34.500 orang.
Perkiraan baru yang dikeluarkan oleh pertahanan sipil berarti jumlah korban syahid bisa mencapai setidaknya 44.500 orang setelah semua jenazah ditemukan.
Mayoritas korban syahid dan korban yang terkubur di bawah reruntuhan merupakan anak-anak dan perempuan.
PBB memperkirakan ada 37 juta ton puing di Jalur Gaza akibat serangan udara intensif pasukan zionist terhadap bangunan tempat tinggal selama hampir 7 bulan.
Menurut Pehr Lodhammar, yang merupakan seorang perwira senior dari Dinas Pekerjaan Ranjau PBB, dibutuhkan waktu 14 tahun untuk membersihkan puing-puing dengan aman. (***/teraskabar)






