Senin, 12 Januari 2026

Polri Bentuk Tim Pembuktian Ilmiah di Kasus Brigadir J, Kadiv Humas : Hindari Spekulasi

Polri Bentuk Tim Pembuktian Ilmiah di Kasus Brigadir J, Kadiv Humas : Hindari Spekulasi
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Foto: Istimewa

Jakarta, Teraskabar.id – Polri terus memperkuat proses pembuktian ilmiah dalam mengusut kasus penembakan Brigadir J oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Hal itu untuk menghindari spekulasi-spekulasi yang kebenarannya belum tentu bisa dipertanggung jawabkan.

Terkait kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim khusus gabungan internal dan eksternal. Dalam hal ini, tim tersebut mengedepankan pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI).

“Untuk menghindari spekulasi yang dianalogikan tanpa didukung oleh pembuktian ilmiah dan bukan orang yang expert di bidangnya justru akan memperkeruh keadaan, makanya Polri bentuk Tim pembuktian ilmiah,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Ahad (17/7/2022).

Baca jugaSeorang Pendemo Tewas di Parimo, Tim Forensik Polri Periksa 20 Senpi

Dedi pun memaparkan proses pembuktian ilmiah yang dilakukan oleh jajaran kepolisian. Dalam hal ini, pihak kedokteran forensik terus berupaya merampungkan hasil autopsi. Kemudian, laboratorium forensik tengah melakukan uji balistik dari proyektil, selongsong dan senjata api dalam peristiwa itu.

“Di tempat kejadian perkara (TKP), pihak Inafis akan melakukan olah TKP untuk menemukan sidik jari DNA, mengukur jarak dan sudut tembakan, CCTV, Handphone dan lainnya,” ujar Dedi.

Baca jugaIni Penjelasan Ahli Pidana Soal Hak Imunitas Arteria Dahlan

Secara paralel, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri juga melakukan pemeriksan ke sejumlah saksi-saksi dan memberikan asistensi ke tim penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan.

Dengan keseluruhan proses pembuktian ilmiah ini, kata Dedi, diharapkan fakta yang sebenarnya akan terungkap. Nantinya, Polri akan menyampaikan secara objektif dan transparan kepada masyarakat terkait dengan penanganan perkara ini.

  Antrean Keberangkatan Haji, Ada Provinsi Masa Tunggunya 90 Tahun

Baca jugaTingkatkan Sinergi Pelaksanaan Tugas Pencegahan Korupsi, KPK Kunjungi Morowali

“Mohon bersabar dulu biar tim bekerja. Jadi nanti hasilnya akan sangat jelas dan komprehensif karena bukti yang bicara secara ilmiah dan ada kesesuaian dengan hasil pemeriksaan para saksi-saksi,” tutup Dedi. (teraskabar)