Rabu, 27 Mei 2026

Prodamat Perawatan Jenazah Sesuai HPT Muhammadiyah Digelar Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan

Prodamat Perawatan Jenazah Sesuai HPT Muhammadiyah Digelar Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan
Mahasiswa Magister UAD menggelar praktik tata cara penanganan jenazah sesuai HPT Muhammadiyah. Foto: Ahaf

Yogyakarta, Teraskabar.id – Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (UAD) menggelar Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) bertema “Tata Cara Perawatan Jenazah sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah” di Masjid Raudhatul Jannah, Yogyakarta, Ahad (17/5/2026). Diikuti jamaah ibu-ibu yang memadati serambi masjid usai salat Ashar.

Ustadz Budi Jaya Putra dihadirkan sebagai pemateri utama untuk memberikan pemahaman tentang tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan Muhammadiyah.

Berbeda dari pengajian rutin biasanya, materi yang disampaikan kali ini lebih bersifat praktis dan aplikatif karena membahas langsung proses memandikan hingga mengkafani jenazah.

Ustadz Budi Jaya Putra mengatakan umat Islam tidak perlu merasa takut ketika menghadapi saudara sesama muslim yang meninggal dunia. Menurutnya, mengurus jenazah merupakan kewajiban bersama atau fardhu kifayah.

“Mengurus jenazah adalah fardhu kifayah. Sudah seharusnya kita, terutama keluarga terdekat, yang turun tangan langsung dan tidak perlu takut,” ujarnya di hadapan jamaah.

Dipragakan Secara Langsung, Prodamat Perawatan Jenazah Sesuai HPT Muhammadiyah

Selain menyampaikan teori, Ustadz Budi juga memperagakan secara langsung tata cara perawatan jenazah sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah (HPT) Muhammadiyah. Jamaah terlihat antusias mengikuti setiap tahapan yang diperagakan.

Beberapa peserta bahkan aktif mengajukan pertanyaan terkait detail pelaksanaan pengurusan jenazah, mulai dari tata cara memandikan hingga proses mengkafani mayit sesuai syariat Islam.

Tokoh jamaah setempat, Ratna Totok, mengatakan tema pengajian tersebut dipilih untuk meningkatkan kesadaran sosial dan spiritual masyarakat dalam menghadapi musibah kematian.

“Tujuannya untuk menyadarkan kita semua sebagai sesama muslim dan muslimah agar saling membantu saat ada yang tertimpa musibah kematian, sekaligus menjadi pengingat bagi diri kita sendiri tentang maut,” katanya.

  HUT ke-24 Partai Demokrat: Doa, Bakti Sosial, dan Instruksi Tegas Syarifudin Hafid

Usai acara, para jamaah mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru terkait tata cara perawatan jenazah sesuai tuntunan syariat dan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah.

Para peserta berharap kegiatan edukatif seperti Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) ini dapat terus dilaksanakan secara berkala. Selain menambah wawasan keagamaan, kegiatan tersebut dinilai penting untuk membangun kepedulian sosial masyarakat dalam membantu sesama ketika menghadapi musibah kematian. (Ahaf)