Morowali, Teraskabar.id – Banjir lumpur yang melanda Koropusi, Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, pada Ahad (6/7/2025), mendapat atensi serius dari Pemerintah Kabupaten Morowali. Peristiwa yang diduga kuat dipicu oleh aktivitas Konstruksi perbaikan jalan hauling PT Alaska Dwipa Perdana itu memantik kehadiran langsung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morowali ke lokasi terdampak pada Senin (7/7/2025).
Kunjungan ini dilakukan guna meninjau langsung sumber permasalahan sekaligus mencari solusi penanggulangan bersama pihak perusahaan. Dalam pertemuan yang berlangsung intens, sejumlah langkah konkret disepakati sebagai bentuk tanggung jawab PT Alaska Dwipa Perdana terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Sebagai tindak lanjut jangka pendek, PT Alaska Dwipa Perdana menyatakan komitmennya untuk:
- Membangun tanggul pengaman jalan sementara dan saluran drainase di sepanjang dinding jalan hauling.
- Membersihkan ruas Jalan Trans Sulawesi serta area permukiman warga yang terdampak lumpur.
- Memberikan kompensasi dan ganti rugi kepada masyarakat yang mengalami kerugian, sesuai tuntutan yang telah disampaikan secara resmi.
- Menghentikan sementara kegiatan pelebaran jalan hauling dan melakukan pengerukan terhadap lumpur yang telah menumpuk di sedimen pond.
Lebih lanjut, perusahaan tambang tersebut juga merumuskan langkah-langkah jangka panjang demi mencegah kejadian serupa terulang, antara lain:
- Memindahkan material galian dari dinding jalan hauling ke lokasi yang lebih aman.
- Melakukan evaluasi terhadap kemiringan jalan hauling agar sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
- Menambah kapasitas sedimen pond untuk menampung air dan lumpur saat hujan deras.
- Melaksanakan penanganan terhadap potensi longsor di sekitar area tambang.
Kepala Teknik Tambang PT Alaska Dwipa Perdana, Aswan, menyampaikan permohonan maaf dan rasa tanggung jawab atas insiden tersebut. Ia juga mengapresiasi kehadiran pemerintah daerah melalui DLH dan BPBD.
“Insya Allah, kami akan melakukan penanggulangan ini sebagai bentuk tanggung jawab kami. Kami juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD Kabupaten Morowali yang telah banyak memberikan masukan dan solusi atas persoalan ini,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi alarm bagi perusahaan tambang di Morowali untuk lebih memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan warga. Pemerintah daerah berharap langkah-langkah konkret yang telah disepakati benar-benar dijalankan secara konsisten dan transparan. (Ghaff/Teraskabar)






