Palu, Teraskabar.id – Gubernur H. Rusdy Mastura menjadi episientrum perbincangan politik di ranah publik jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024. Keputusan Rusdy Mastura ikut konstestasi politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tengah (Sulteng) 2024 dinanti publik dan menjadi penentu konstelasi politik. Bila Rusdy Mastura maju, tentu figur yang akan ikut serta dalam kontestasi akan mulai mengatur strategi, apakah akan ikut merapat dalam satu gerbong atau akan menjadi penantang petahana.
Walau secara resmi, Rusdy Mastura belum pernah menyatakan keinginanannya akan kembali mencalonkan diri di Pilgub Sulteng 2024, namun sinyal ke arah itu sudah terbaca jauh hari sebelumnya.
Sebagaimana sambutan Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura pada suatu kegiatan yang dikutip dari press rilis Biro Adpim Setdaprov, mantan wali kota Palu dua periode ini memiliki asa PAD Sulteng di 2025 bisa tembus Rp3 Triliun. Gubernur Sulteng optimistis, target tersebut bisa tercapai melihat lonjakan capaian PAD dari Rp900 Miliar di tahun 2021 menjadi Rp1.955.221.037 pada 2023. Padahal, di 2024 merupakan penghujung periode kepemimpinan Rusdy Mastura.
Baca juga: Gubernur Sulteng Lantik Rachmansyah Ismail Sebagai Penjabat Bupati Morowali
Sehingga, publik menafsirkan, target PAD 2025 sebesar Rp3 Triliun adalah sinyal dua periode kepemimpinan.
Sinyal tersebut setidaknya terkonfirmasi dari baliho Rusdy Mastura yang terpasang di beberapa warung kopi (Warkop) di Kota Palu. Di baliho tersebut terpasang foto Rusdy Mastura beserta tagline “Sangganipa Bossku” yang artinya, Sekali Lagi Bosku.
Bahkan, jauh sebelum tahapan Pilkada serentak 2024 dimulai, Ketua Aliansi Relawan Rusdy Mastura atau ALARM Sulawesi Tengah, Andi Aril Pattalau melalui siaran pers yang diterima media ini, Sabtu (27/5/2023), menegaskan, bahwa Rusdy Mastura masih akan mengikuti kontestasi gubernur Sulteng di Pilkada serentak 2024.
Penegasan tersebut kembali diutarakan Andi Aril Pattalau yang juga merupakan kepala Sekretariat Tenaga Ahli Gubernur Sulteng.
“Insya Allah beliau masih maju sebagai petahana calon gubernur Sulteng pada Pilkada serentak, 27 November 2024,” kata Andi Aril pada suatu kesempatan.
Sulteng sebagai salah satu provinsi penyangga IKN menjadi asa Gubernur Sulteng untuk bisa segera diwujudkan seiring terbitnya UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN). Tentu untuk mewjudkan hal itu harus melanjutkan periode kepemimpinan.
Asa tersebut semakin membuncah setelah Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.
“Bapak Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka terpilih sebagai presiden dan wakil presiden yang programnya sejalan dengan pak gubernur Cudy. Dan beliau salah satu kepala daerah pendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo – Gibran bersama – sama ketua Gerindra Sulteng yang notabene mantan Gubernur Sulteng bapak Longki Djanggola,” kata Ariel.
Lantas menjadi pertanyaan, siapa calon pendamping Rusdy Mastura di Pilgub Sulteng 2024.
Apakah tetap dengan Ma’mun Amir atau birokrasi dan politisi lainnya. Tapi tidak dapat dipungkiri kemenangan Cudy pada pilgub 2020 karena didampingi tokoh politik dan birokrasi dari wilayah timur Sulteng.
Baca juga: Penjabat Bupati Rachmansyah Ismail Resmikan Kantor Inspektorat Morowali
Artinya, faktor geo politik harus menjadi salah satu pertimbangan. Karena, jika pasangan calon, semua figurnya berasal dari Lembah Palu, maka secara kalkulasi politik, agak berat untuk meraih kemenangan.
Apalagi jika berhadapan dengan Anwar Hafid – Renny Lamadjido yang merupakan perpaduan figure mewakili wilayah Timur dengan Lembah Palu. Kemudian Ahmad Ali – Hidayat Lamakarate atau Moh. Irwan Lapatta juga mencerminkan perkawinan politik wilayah timur dengan lembah Palu.
Spekulasi politik berhembus, Rusdy Mastura tak melanjutkan duet pasangan dengan Ma’mun Amir, maka salah satu tokoh birokrasi yang masuk radar politiknya adalah Ir. H. A Rachmansyah Ismail, M. Agr., MP.
Rachmansya merupakan salah satu tokoh birokrasi yang dipercaya Gubernur Cudy membantunya di pemerintahan. Makanya, Rachmansyah diberi tanggungjawab sebagai penjabat bupati Morowali.
Karena selain representasi keterwakilan wilayah timur, Rachmansyah juga secara finansial sudah mempersiapkan diri untuk ikut kontestasi Pilgub Sulteng 2024.
Rachmansyah Ismail menjawab media ini dalam satu kesempatan mengatakan, siap menjalankan perintah dan tugas dari pimpinan.
“Sebagai anak buah kita harus loyal terhadap perintah dan tugas yang dibebankan pimpinan kepada kita,” ujarnya. (teraskabar)






