Minggu, 5 Juli 2026
Home, Umum  

Rachmasnyah Ismail, Dedikasi dan Pengabdian Tanpa Batas dari Morowali untuk Kemajuan Sulteng

Rachmasnyah Ismail, Dedikasi dan Pengabdian Tanpa Batas dari Morowali untuk Kemajuan Sulteng
Penjabat Bupati Morowali, Rachamsnyah Ismail. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Sosok Ir. A Rachmansyah Ismail, M.Agr., MP., belakangan ini terus mencuat namanya di jagad publik Sulawesi Tengah (Sulteng).

Nama Rachmansyah Ismail mulai menghiasi jagad publik Sulawesi Tengah saat mengikuti Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprov Sulteng pada bulan Februari 2022. Kala itu, dari empat nama yang mengikuti JPTP untuk calon Kepala Dinas Energi, Sumber Daya Mineral Pemprov Sulteng, Rachmansyah Ismail memperoleh nilai tertinggi. Sehingga, Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura mempromosikan posisi Rachmansyah Ismail dari pejabat Pemkab Morowali menjadi Kadis ESDM Provinsi Sulteng.

Baca jugaGubernur Sulteng Lantik Rachmansyah Ismail Sebagai Penjabat Bupati Morowali

Sejak saat itulah, publik mulai mencari tahu sosok birokrasi kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 16 Oktober 1969 itu.

Nama Rachmansyah Ismail kembali menjadi perhatian publik ketika diberi amanah sebagai penjabat Bupati Morowali.  Putra pasangan almahrum H. Awaludin Ismail  dengan almahrum Hj. Aminah  Arpan ini dilantik oleh Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura sebagai penjabat Bupati Morowali kala usianya memasuki 54 tahun.

Rachmansyah Ismail  adalah anak ke 6 dari 7 bersaudara. Lelaki yang telah dikaruniai 6 orang anak ini, merupakan alumni SD Kartika Candra Kirana Makassar.

Setelah lulus SD pada tahun 1982, ia melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri 3 Makassar. Kala itu, Makassar masih bernama Ujung Pandang. Rachmansyah menyelesaikan sekolah menengah pertamanya pada tahun 1985, setelah lulus ia pun melanjutkannya ke SMA Kartika Candra Kirana Makassar pada tahun 1988.

Baca jugaPenjabat Bupati Morowali Dipastikan Dijabat Rachmansyah, SK Kini di Tangan Pejabat Pemprov di Jakarta

Rachmansyah Ismail Mengawali Karir

Rachmasnyah Ismail, Dedikasi dan Pengabdian Tanpa Batas dari Morowali untuk Kemajuan Sulteng
Rachmansyah Ismail dilantik sebagai penjabat Bupati Morowali. Foto: Istimewa

Alumni Universitas Muslim Makassar ini mengawali karirnya di birokrasi di kota Makassar. Karena pengelolaan pemerintahan masih sentralistik (pusat Jakarta) waktu itu, sehingga pegawai negeri sipil atau PNS dapat ditempatkan atau dipindahkan ke daerah mana saja dan siap menerima tugas dan tanggungjawab di seluruh Indonesia.

  KKWL Siap Tanam Lutut Memenangkan Rachmansyah-Harsono di Pilkada Morowali 2024

Rachmansyah pun mendapat jabatan sebagai Kepala Sub Bidang (Kasubid) Tata Penyuluhan pada 19 November 1996 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dati II Poso,  Sulawesi Tengah.

Berbagai posisi jabatan pernah diemabnnya ketika bertugas di Kabupaten Poso. Dan, pada era kepimpinan Bupati Morowali, Anwar Hafid, selama dua periode, Rachmansyah diserahi amanah memimpin beberapa dinas yang tentunya berpindah-pindah.

Karena ayahnya seorang pejabat birokrasi pada masa pemerintahan orde lama dan orde baru, sehingga talenta birokrasinya menurun pula ke anak-anaknya, salah satunya ke Rachmansyah.

Almahrum H. Awaludin Ismail, ayah dari Rachmansya, pernah memangku sejumlah jabatan birokrasi dan politik pada era pemerintahan Presiden Soekarno dan  Soeharto.

Di antara jabatan yang pernah diemban almarhum ayah Rachmansyah,  adalah Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kehutanan  tahun  80an.  Kemudian Pusdiklat Kehutanan dan organisasi Sulawesi tahun 50an yang berkantor di Bogor Jawa Barat.

Baca jugaPenjabat Bupati Rachmansyah Ismail Resmikan Kantor Inspektorat Morowali

Pada tahum 1962-1968, almarhum ayah Rachmansyah, pernah dipercayakan oleh pemerintah pusat menduduki posisi ketua DPRD Kabupaten Enrekang, yang kala itu baru masuk usia pemekaran atau pembentukan daerah otonomo baru.

Makanya tidak heran jika talenta birokrasi ayahnya menurun ke Rachmansyah. Sehingga sejumlah posisi strategis didudukinya sejak dari Poso, Morowali hingga ke Pemerintah Provinsi Sulteng.

Pada era kepemimpinan Bupati Morowali, Anwar Hafid selama dua periode atau 10 tahun, Rachmansyah Ismail berpindah-pindah posisi dengam eselon yang sama.

Mulai dari sraf ahli, kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang dan sejumlah jabatan strategis lainnya.

Rachmansyah Ismail Mulai Berkiprah di Lingkup Pemprov

Rachmasnyah Ismail, Dedikasi dan Pengabdian Tanpa Batas dari Morowali untuk Kemajuan Sulteng
Penjabat Bupati Morowali Rachmansyah Ismail (kanan). Foto: Istimewa

Kemudian masa pemerintahan Gubernur H. Rusdy Mastura – Ma’mun Amir, Rachmansyah Ismail mendapat promosi untuk menduduki jabatan eselon II. Tepatnya, pada tahun 2022,  dia dipilih dan dilantik oleh Gubernur Rusdy Mastura yang akrab disapa Bung Cudy, menduduki posisi kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah.

  Mobilisasi Massa di Kampanye Rachmansyah-Harsono Tanpa Uang Bensin, Ini Kata Warga Morowali

Memasuki tahun kedua menjabat di Dinas ESDM Sulteng, alumni Sarjana Magister (S2)  Universitas Mulawarman itu dipercayakan menjadi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Sulteng yang ditinggal pensiun oleh Nahardi.

Kemudian, Rachmansyah Ismail kembali dipercaya oleh Gubernur Sulteng sebagai penjabat bupati Morowali  periode 2023 – 2024.

Baca jugaProduksi 70.728 Metrik Ton, PT Vale Lampaui Target di 2023

Pria  yang hobi mengoleksi mobil dan motor itu, kepada media ini mengatakan, jauh sebelum menjabat Kadis ESDM Sulteng, ia sudah memiliki koleksi mobil dan motor mewah.

Ia menjelaskan,  dirinya baru setahun jadi Kadis di ESDM Sulteng sejak diangkat pada 2022 lalu. Dan, sebelumnya pernah bertugas di Pemkot Makassar, kemudian pada tahun 2007 menjabat kepala dinas termuda di Morowali. Rachmasnyah  juga pernah menjabat pejabat senior di Kementerian.

Rachmansyah mengatakan walau dirinya pernah bertugas di luar daerah yakni, Makassar dan Jakarta. Tapi kakek, nenek dan kedua orang tuanya asli Morowali, sehingga Rachmansyah merupakan putra daerah Sulteng.

Rachmansyah membuktikan dirinya diserahi amanah oleh Gubernur Rusdy Mastura untuk membenahi pertambangan dan kehutanan di Sulteng saat itu.

“Saya di sini hanya mengabdi atas amanah dari Bapak Gubernur Rusdy Mastura untuk membenahi pertambangan dan kehutanan. Dan menariknya, gaji di dinas ESDM itu semuanya saya sumbangkan ke fakir miskin, termasuk jika ada staf yang membutuhkan biaya pengobatan,” akunya. (teraskabar)