“Pelaksanaan pendidikan ini penting kami laksanakan untuk menyamakan persepsi, RMP tidak lagi menjadi organisasi pemenangan, ke depan setelah pendidikan RMP bergerak menjadi organisasi massa yang fokus pada kemanusiaan dan pemberdayaan,” ujar Mahfud.
Baca juga : Rakon TP PKK Sulteng, Ini Hasilnya
Ia menambahkan, Ormas RMP memiliki anggota 65.000 orang yang terverifikasi secara online berdasarkan nomor KTA yang dipegang masing-masing anggota. Mereka berasal dari beragam latar belakang dan pengetahuan organisasi yang berbeda-beda.
“Jumlah anggota yang banyak itu berpotensi menjadi masalah secara internal, mereka tidak akan mengetahui visi-misi RMP dengan mengandalkan program karitatif saja, jalan keluarnya tentu saja pelaksanaan pendidikan yang bersifat reguler dan terjadwal,” ujarnya.
Salah seorang peserta pendidikan, Dewi Rahmayani ditemui usai pelaksanaan pendidikan, mengakui materi yang disajikan dalam kegiatan, di antaranya mengajarkan kepada peserta bagaimana berorganisasi dan membuat rencana dalam organisasi, agar peserta benar-benar mengerti kemana visi organisasi RMP ke depan.
“Saya yakin RMP menjadi organisasi nomor satu di Sulawesi Tengah, walau tetap ada pasang surutnya. Lewat kegiatan yang sudah saya ikuti menjadi terbuka pemahaman saya tentang organisasi serta dinamikanya dan bagaimana mengelola tantangan menjadi jalan keluar,” kata Dewi yang merupakan
pengurus Koperasi RMP Mandiri.







