Minggu, 25 Januari 2026
Daerah  

Security Perusahaan Tambang di Morowali Mengaku Dilecehkan Oknum Karyawan Pria

Security Perusahaan Tambang di Morowali Mengaku Dilecehkan Oknum Karyawan Pria
Security Perusahaan Tambang di Morowali kepada sejumlah media mengaku dilecehkan oknum karyawan pria sesama rekan kerjanya. Foto: Istimewa

Morowali, Teraskabar.id – Seorang karyawati dengan inisial H (18) yang bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu perusahaan tambang di Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengaku telah dilecehkan oleh seorang pria inisial M yang bekerja satu perusahaan dengan korban.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban mendatangi Mapolsek Bungku Barat pada hari Ahad (11/6/2023) untuk membuat laporan pengaduan atas dugaan pelecehan yang dialaminya.

Pada hari Senin (12/6/2023), di hadapan sejumlah wartawan, korban dengan inisial H mengungkapkan kronologi insiden tersebut. Awalnya, korban dan rekannya, seorang wanita dengan inisial W, dipanggil ke ruang kerja terlapor untuk berbincang-bincang. Setibanya di sana, terlapor meminta rekannya yang berangkat bersama korban untuk kembali ke Mess Keamanan Wanita (Secwan). Akibatnya, saat itu hanya korban dan terlapor yang berada di ruangan tersebut.

Baca jugaTak Terima Ditonjok dan Dibanting, Istri Laporkan Suaminya ke Polisi

Kemudian, terlapor meminta korban untuk berdiri di samping kursi terlapor. “Tiba-tiba tangan saya ditarik dan jatuh di pangkuan terlapor. Saya kemudian berusaha melawan hingga berhasil melepaskan diri,” kata korban yang didampingi oleh seorang rekannya di perusahaan tambang tersebut.

Setelah berhasil melepaskan diri, korban mengaku diperintahkan untuk menyetrika pakaian di kamar terlapor. Sebelum melaksanakan perintah tersebut, korban mencoba mengajak seorang teman di Mess Keamanan Wanita agar bisa menemaninya saat menyetrika di kamar terlapor. Namun, teman yang diajak tersebut menolak. Akhirnya, korban memutuskan untuk pergi ke kamar terlapor sendirian.

Ketika melihat korban menuju kamar yang dituju, terlapor segera mengikutinya. Kemudian, terlapor mengunci pintu kamar dan mematikan lampu. “Saya berontak, akhirnya terlapor panik dan melepaskan serta membuka pintu kamar,” ujar korban.

  Direktur RSUD Anuntaloko Parigi Minta Maaf, Tak Sempat Hadiri RDP

Kapolsek Bungku Barat, Iptu Radyanto, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan pengaduan pelecehan yang diajukan oleh korban dengan inisial H pada tanggal 11 Juni 2023. Korban saat ini bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu perusahaan tambang di Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali.

Dalam konfirmasi terpisah, Kapolres Morowali, AKBP Suprianto, mengungkapkan bahwa laporan pengaduan dugaan pelecehan tersebut memang telah diterima oleh Polsek Bungku Barat. Terkait dengan isi laporan tersebut, Kapolres menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

“Intinya, ada laporan pengaduan pelecehan, namun kami perlu mendukung keterangan pengadu dengan fakta-fakta lain seperti saksi, bukti CCTV,” ujar AKBP Suprianto.

Selanjutnya, menurut AKBP Suprianto, pada hari Selasa (13/6/2023), terlapor akan dipanggil untuk dimintai konfirmasi dan dilakukan interogasi, serta pada hari yang sama akan diambil rekaman CCTV yang terpasang di tempat kejadian. (Erny/teraskabar)