
” Waktunya sudah mepet, maka kesiapan kita perlu dimatangkan dalam berbagai hal,” imbuhnya.
Nizar juga mengungkapkan, mulanya rencana menjadi tuan rumah ini akan menggandeng Sulawesi Utara (Sulut). Namun karena Bumi Nyiur Melambai akan menggelar olahraga pantai berskala internasionsl, sehingga menarik diri menjadi tuan rumah PON.
Sulsel menurut Nizar Rahmatu, merupakan salah satu kota metropolitan di kawasan Timur Indonesia. Sehingga, jika bergabung dengan Sulteng dan Gorontalo (SultengGo), akan menjadi kekuatan yang besar dalam memenangkan bidding nantinya.
Baca juga : Empat Warga Sulsel Ditangkap di Parimo karena Diduga Mencuri
” Sulsel memang pernah menjadi tuan rumah PON IV 1957, sehingga sudah saatnya dikembalikan lagi ke Pulau Sulawesi, karena era saat ini pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera selalu mendominasi sebagai penyelenggara,” ujarnya.
Alhamdulillah ibarat gayung bersambut, Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman beberapa waktu lalu telah melakukan pertemuan dan membangun kesepahaman untuk menjadi tuan rumah PON bersama Tahun 2028.
Menurut M Rum yang masuk dalam TGUPP Sulsel, jika ingin mewujudkan niat serta harapan seluruh masyarakat di wilayah Sulawesi, maka sebaiknya, tiga provinsi ini duduk bersama guna membahas berbagai hal, baik itu menyangkut sarana dan prasarana maupun cabang olahraga (Cabor). Karena semua ini akan dipresentasikan saat proses bidding.
Baca juga : PON XXII Sulteng-GO, Sekretaris KONI Sulteng: Gubernur dan KONI Jabar Mendukung
Hal senada diungkapkan Prof Muzakir dan Syàmsuddin Umar dari perwakilan KONI Sulsel dalam pertemuan tersebut. ” Kalau persoalan SDM dari tiga provinsi ini tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.
Namun yang terpenting kata Prof Muzakir, secepatnya kita mempersiapkan dokumen, karena ini yang akan diajukan serta dipresentasikan di hadapan pemilik hak suara.
Begitupun dengan sikap Kadispora Sulsel Andi Arwin. Menurutnnya, komunikasi tiga provinsi ini paling penting, sehingga bisa memuluskan langkah Sulseltenggo bisa memenangkan bidding.
” Makanya di workshop nanti, semua hal tersebut akan kita bahas dan sepakati,” katanya. (Agus Manggona/Teraskabar)






