Senin, 12 Januari 2026

Siasati Efisiensi Anggaran, Pemkab Donggala Intens Lobi Kementerian

Siasati Efisiensi Anggaran, Pemkab Donggala Intens Lobi Kementerian
Bupati Donggala Vera Laruni launching Gertam Cabai di lahan demplot Desa Batusuya Goo, Kecamatan Sindue Tombosabora, Kabupaten Donggala, Sabtu (18/10/2025). Foto: Humas

Donggala, Teraskabar.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala memiliki strategi tersendiri dalam menyiasati keterbatasan anggaran yang dialami pemerintah daerah yaitu, secara intens mendatangi kementerian agar bisa memberi solusi terhadap keterbatasan anggaran yang dihadapi saat ini.

“Hampir dua bulan ini, saya sering bolak balik Jakarta, bukan untuk menghabiskan uang rakyat atau berpoya poya di sana. Tetapi dengan keterbatasan anggaran daerah saat ini dengan banyaknya pemotongan pemotongan dari pemerintah pusat maka saya harus bekerja keras mendatangi satu hingga dua kementerian setiap saya berangkat,” ujar Bupati Donggala Vera Elena Laruni pada peluncuran Gerakan Tanam (Gertam) Jagung dan Cabai, Sabtu (18/10/2025), di Desa Batusuya Goo, Kecamatan Sindue Tombosabora, Kabupaten Donggala.

Menurut Bupati Vera, upaya lobi tersebut  membuahkan hasil karena direspon kementerian. Salah satunya dari Menteri Koordinator (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan. “Kebetulan saat itu saya sudah menjadi kader PAN (Partai Amanat Nasional) dan beliau juga adalah ketua umumnya,” kata Bupati Vera disambut aplaus riuh dari tamu undangan dan masyarakat pada launching Gertam Jagung dan Cabai.

Menko Pangan pada pertemuan tersebut kata Bupati Vera, langsung memperoleh empat rekomendasi dari Menko Zulhas yang ditujukan kepada empat kementerian. Rekomendasi pertama ditujukan kepada Menteri Kesehatan untuk peningkatan status Rumah Sakit Tambu dari tipe D menjadi tipe C.

“Rekomendasi tersebut langsung ditindaklanjuti menteri kesehatan dan meneruskannya kepada menteri PUPR untuk segera dilaksanakan pembangunannya pada tahun 2026,” ujarnya.

Rekomendasi selanjutnya adalah bantuan benih jagung sebagaimana kebutuhan mendesak pemerintah daerah untuk pelaksanaan program percontohan atau demplot penanaman jagung dan cabai. Sebab, pada program ini masih menggunakan dana pribadi bupati Donggala, agar ada contoh pelaksanaan bagi desa desa lainnya di Kabupaten Donggala.

Bantuan benih padi dan coklat juga masuk dalam lobi saat itu. Respon yang sama diditunjukkan Menko Pangan dengan menyanggupi pemberian bantuan 5 juta bibit coklat pada tahun 2026.

  Perlu Komitmen Untuk Tekan Angka Stunting di Donggala

Rekomendasi lainnya dari Menko Pangan adalah revitalisasi Pasar Ganti. Lokasi pasar yang berada di pusat kota Donggala dengan kondisi yang terkesan sangat kumuh, menjadi pertimbangan utama untuk segera direvitalisasi.

Dalam rekomendasi yang berisi empat poin itu, Menko Zulhas juga mencantumkan bantuan alat pertanian (Alsintan) dan surat permohonanya telah dimasukkan Pemkab Donggala di Kementerian Pertanian.

“Alhamdulillah, hari itu saya langsung mendapat empat rekomendasi dan diakui pak kepala badan tadi, bahwa pak Zulhas tidak pernah memberikan rekomendasi begitu banyak dan ini suatu yang luar biasa bagi Donggala,” ujar Bupati Vera.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Vera menegaskan, sekalipun Kabupaten Donggala memiliki keterbatasan anggaran tapi masih memiliki banyak harapan. Dan, ini harus disikapi secara kolaboratif seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Donggala untuk memperlihatkan keseriusan atas dukungan  pemerintah pusat terhadap daerah ini.

“Satu kali pemerintah pusat memberikan kita bantuan tapi bantuan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, maka akan sulit untuk memperoleh kepercayaan berikutnya, mari bergandengan tangan terutama kepada para petani agar program ini berdampak bagi pertumbuhan ekonomi Donggala,” imbuh Bupati Vera. (red/teraskabar)