Palu, Teraskabar.id – Desa Towale atau lebih dikenal Desa Pusat Laut merupakan salah satu desa wisata di Sulawesi Tengah (Sulteng). Desa ini terletak di Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala dan telah diresmikan sebagai salah satu destinasi wisata sejak tahun 2000.
Perjalanan menuju Desa Towale hanya bisa ditempuh melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Dan, bisa ditempuh sekitar 1 jam 21 menit atau sekitar 48,4 kilometer dari Kota Palu, melalui jalan Trans Sulawesi poros Palu – Mamuju.
Baca juga : Warga Parimo Geger, Mengebor Air Bersih Muncul Sumber Gas
Pengenalan desa yang menjadi salah satu favorit destinasi desa wisata di Sulawesi Tengah ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, Diah Agustianingsih kepada Tim Direktorat Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemen Kominfo) RI.

“Desa wisata ini memang kami dorong khusus, karena keunikan desa wisata ini menawarkan keindahan bawah laut dan keindahan pantai dengan hamparan pasir putih,” kata Diah Agustianingsih saat wawancara dengan Tim Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemen Kominfo RI secara virtual melalui chanel youtube Kominfo Newsroom, Kamis (27/4/2023).
Salah satu daya tarik Desa Towale sebagai destinasi desa wisata sehingga banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara adalah keberadaan satu sumur yang diberi nama Puse Ntasi atau Pusat Laut. Puse Ntasi berasal dari bahasa Suku Kaili, suku terbesar yang menghuni wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Puse artinya pusat sedangkan Ntasi artinya laut.
“Makanya, Desa Towale ini juga dinamakan Desa Pusat Laut karena keberadaan sumur ini,” ujar Diah.
Pusat Laut ini merupakan sebuah sumur terbesar di dunia. Berdiameter 10 meter berbentuk melingkar dengan kedalaman 7 meter dan airnya sangat jernih. Pada sisi-sisi sumurnya merupakan bebatuan yang terlihat menjorok ke dalam pada bagian dasarnya dan hanya berjarak beberapa meter dari pantai.
Baca juga : Berusia di Bawah Umur, Santriwati Korban Pemerkosaan Guru Cabul Bertambah Jadi 21 Orang
Pada sisi lain, terdapat tangga yang digunakan pengunjung untuk naik turun ke dalam sumur tersebut.

Menurut penuturan warga setempat, sumur ini memiliki keunikan tersendiri. Konon katanya, air sumur Puse Ntasi bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Selain itu, mandi di sumur ini akan membuat orang menjadi awet muda.
Bagi pengunjung yang memiliki nyali, terjun dari bibir sumur ke dasar sumur yang memiliki ketinggian 7 meter merupakan sensasi tersendiri. Kegiatan ini banyak dilakukan oleh remaja dari lokasi sekitar tempat wisata, berharap ada pengunjung yang melempar uang koin ke dalam sumur.






