Wisata Bahari Sulawesi Tengah
Salah satu upaya Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng dalam mewujudkan Desa Towale sebagai salah satu desa wisata pusat laut yang mendunia adalah dengan mendorong Desa Towale untuk ikut dalam anugerah desa wisata karena melihat begitu banyak potensi di dalamnya.
“Kami bersyukur, Desa Towale masuk dalam 75 Desa terbaik dalam anugerah desa wisata Indonesia,” ujarnya.
Potensi lainnya yang dimiliki Puse Ntasi adalah letaknya sangat berdekatan dengan bibir pantai. Sehingga, pengunjung bisa juga menikmati destinasi wisata bahari yang dimiliki desa ini berupa pemandangan pantai Donggala yang terkenal dengan pasir putihnya.
Baca juga : Usulan Legislator Sulteng ke Pemkot Palu: Penangkaran Buaya Bisa Jadi Destinasi Wisata
Di Desa Pusat Laut ini terdapat sebuah pulau yang letaknya tak jauh dari bibir pantai. Pulau tersebut dapat dijangkau para pengunjung jika air laut sedang surut.
Pusat Laut juga merupakan lokasi yang tepat bagi pengunjung yang ingin menikmati cahaya lembayung matahari terbenam.
Disekitar Pusat Laut tersedia fasilitas area parkir yang cukup luas, fasilitas kamar mandi, warung warung yang menjual makanan dan minuman ringan, gazebo, dan perahu yang dapat membawa pengunjung berkeliling pantai dengan membayar Rp 10.000 per orang.
Wisata Budaya Sulawesi Tengah

Berkunjung ke Desa Pusat Laut juga menawarkan kearifan lokal masyarakat. Warga di desa ini pada umumnya beraktivitas sebagai penenun sarung Donggala atau biasa di kenal dengan Buya Sabe atau Batik Bomba.
“Jadi, ini adalah integrasi antara keindahan alam dan budaya, itulah yang kami tawarkan dari Desa Towale,” kata Diah Agustianingsih.
Masyarakat di Desa Towale hampir 80 persen bekerja sebagai penenun, khususnya ibu-ibu. Peralatannya pun masih menggunakan alat tenun tradisional. Dan juga motif kain tenun yang memiliki ciri khas tersendiri yakni, motif dasar bunga yang di modifikasi dalam berbagai bentuk.
Baca juga : PT Vale Dukung Kawasan Wisata Jadi Sumber Ekonomi
“Itulah yang membedakan dari tenun daerah-daerah lain,” jelasnya.
Kemudian, salah satu destinasi yang bisa dikunjungi oleh wisatawan juga di Desa Towale adalah destinasi religinya, sebuah mesjid yang dibangun sejak zaman kerajaan Kaili pada tahun 1800-an. Dan, masjid ini dinamakan masjid Bulava Mpongeo.
Selain itu, ada juga yang menjadi daya tarik para wisatawan ketika berkunjung adalah atraksi dan ritual budaya memandikan kucing yang terbuat dari emas yang merupakan salah satu ritual yang biasa dilakukan menolak balla menurut kepercayaan masyarakat sekitar.






