“Tidak usah Bali, Borobudur, Danau Toba yang sudah terkenal di Mancanegara, Sulawesi Tengah yang belum pernah promosi di sini,” ujarnya.
Baca juga : Puluhan Pejabat Dilantik, Wali Kota Palu: Sewaktu-waktu Bisa Kembali Mutasi
Dukungan tersebut ia sampaikan karena meyakini Sulteng juga memiliki berbagai keunikan ragam budaya dan pesona alam yang indah, yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Hanya saja potensi parawisata tersebut masih banyak yang belum mengenalnya.
“Silahkan berpromosi di Belanda,” kata Freddy sambil memberikan kesempatan perwakilan delegasi Sulawesi Tengah untuk menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya.
Kunjungan Sempat Tertunda
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. I Nyoman Sriadijaya, MM mewakili rombongan sekaligus sebagai OPD leading sector di bidang kearsipan, menyampaikan salam hormat Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura dan apresiasi atas penyambutan dan kesempatan yang diberikan oleh pihak KBRI untuk melakukan hunting atau penelusuran arsip bernilai sejarah dan budaya Sulteng di Belanda.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak KBRI atas perubahan waktu kunjungan yang sedianya berlangsung pada tanggal 21 hingga 25 November 2022, kemudian diundur ke tanggal 12 hingga 16 Desember 2022.
Itupun menurutnya, jadwalnya harus mundur lagi karena terkendala administrasi pengurusan, baik untuk mendapatkan rekomendasi Kemendagri dan izin atau persetujuan dari Setneg. Selain itu, juga menunggu terbitnya exit permit dan paspor dinas dari Kemenlu. Sehingga, rombongan Pemprov Sulteng baru bisa berangkat pada Ahad (19/12/2022). Kunjungan dinas di Negeri Belanda akan berlangsung hingga 24 Desember 2022.
Baca juga : Pemkab Donggala Diharap Berpikiran Terbuka, Gubernur Sulteng: Cara Berpikir Birokratis Harus Diubah
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana Windarusliana, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa penelusuran arsip ini telah melalui konsultasi penelusuran arsip Sulteng yang belum ada di Arsip Nasional RI. Pihaknya juga kata Yudiawati, telah membuat daftar penelusuran Arsip dan melakukan konsultasi awal sebelum berangkat ke Belanda dengan Arsiparis di National Archives of Netherlands dan Pustakawan di Leiden University Library.






