Berdasarkan laporan yang diperoleh kantor Basarnas Palu, guncangan gempa bumi ini dirasakan secara signifikan oleh warga Kabupaten Poso dan sekitarnya.
Hingga saat ini menurutnya, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Dan saat ini masih mencari informasi dengan asesmen hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Santri Pondok Pesantren Berhamburan
Guncangan gempa bumi ini terasa getarannya hingga Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Bahkan, guncangan gempa ini terasa hingga di ibukota Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Berdasarkan laporan yang diterima media ini dari salah seorang pengasuh di salah satu Pondok Pesantren di Topoyo, Ustadz Abu Naylah menjelaskan, getaran gempa sempat membuat panik pengasuh pondok dan santrinya. Sehingga, mereka berhamburan ke luar dari ruangan kelas karena panik merasakan ada guncangan gempabumi.
“Sama, di sini juga murid murid panik ketika merasakan ada gempa tadi dan berhamburan keluar ruangan kelas,” ujarnya, menjawab pertanyaan media ini.






