Minggu, 25 Januari 2026
Daerah  

Timbunan Oprit Jembatan Dikerjakan TMJ di Tolitoli Rp17 Miliar, Diduga Melanggar Spek, PPK 1.3 Abai

Timbunan Oprit Jembatan Dikerjakan TMJ di Tolitoli Rp17 Miliar, Diduga Melanggar Spek, PPK 1.3 Abai
Jembatan yang dikerjakan TMJ di desa Galumpang, arah menuju Kabupaten Buol. Foto diambil pada Senin (27/11/2023). Foto: Ramlan

Tolitoli, Teraskabar.id– Penggunaan material timbunan Oprit untuk pengerjaan jembatan yang dikerjakan Tunggal Mandiri Jaya (TMJ) sebesar Rp17 Miliar di ruas jalan nasional Lingadan-Malala Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), diduga bukan merupakan Urugan Pilihan (Urpil) yang dipersyaratkan, sehingga PPK 1.3 dinilai abai tak melakukan teguran kepada pelaksana

Proyek jembatan yang sudah mengalami keterlambatan penyelesaian sejak 25 November tahun 2023 itu dalam pantauan masih terus berlanjut, meskipun penggunaan material timbunan Oprit yang bersumber dari lokasi tambang batuan yang tak mengantongi ijin galian.

” Ada kesan kalau material yang digunakan untuk timbunan Oprit jembatan itu tak diawasi ketat dan diabaikan oleh pihak PPK 1.3, pak Mohammad Ari Suabadra,” cetus, LSM Gerakan Indonesia Anti Korupsi, Hendri Lamo, kepada media ini, Senin (27/11/2023).

Baca jugaKelalaian TMJ Bikin Jalan Alternatif, Penumpukan Kendaraan di Desa Bajugan Tolitoli saat Mobil Tronton Terperosok

Ia menilai, pembangunan jembatan yang menelan anggaran belasan miliar itu bukan hanya disoroti soal timbunan Oprit saja, namun juga terkait Job Mix Designe (JMD) dan Job Mix Formula (JMF).

” Cor beton jembatan itu sepertinya kurang bermutu pada pengecoran abutmen dan plat injak begitupun pasangan batu wingbol,” ujar Hendri.

Timbunan Oprit Jembatan Dikerjakan TMJ di Tolitoli Rp17 Miliar, Diduga Melanggar Spek, PPK 1.3 Abai
Jembatan yang dikerjakan TMJ di desa Galumpang, arah menuju Kabupaten Buol. Foto diambil pada Senin (27/11/2023). Foto: Ramlan
  Soal PPPK Donggala, Bupati Vera Laruni Ajak Media Beri Informasi Edukatif