Selasa, 13 Januari 2026

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, 125 Orang Meninggal

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, 125 Orang Meninggal
Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan

Jakarta, Teraskabar.id– Karo Kedokteran Polisi (Karodokpol)  Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan memutakhirkan data terbaru soal korban meninggal dunia dari peristiwa tragedi di stadion Kanjuruhan.

Menurut Nyoman Eddy, saat ini setelah diperbaharui atau di update, jumlah korban meninggal dunia akibat kejadian tragedi di Stadion Kanjuruhan itu sebanyak 125 orang.

Baca jugaPolri Gerak Cepat Berikan Pertolongan Korban Kerusuhan Laga Arema Vs Persebaya

“Update data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129 setelah ditelusuri di RS terkait menjadi meninggal dunia 125 orang,” kata Nyoman Eddy kepada awak media, Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Ia mengungkapkan, terjadinya selisih angka korban meninggal dunia sebelumnya lantaran adanya kesalahan pencatatan di rumah sakit yang menangani para korban.

Baca jugaTragedi Bencana 28 September 2018 Akan Diangkat ke Layar Lebar, Ini Judul Filmnya

Nyoman Eddy menuturkan, dari jumlah korban meninggal dunia tersebut, 125 telah teridentifikasi seluruhnya (100 %).

“Jumlah korban luka sebanyak 323 orang,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa itu terjadi usai pertandingan antara klub Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 – 3.

Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain.
Tak hanya para pemain Persebaya saja, pemain Arema FC juga diserang oleh sekitar tiga ribuan Aremania sesuai pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.

Bahkan petugas kepolisian juga diserang hingga mengakibatkan dua orang kepolisian meninggal dunia. Selanjutnya 10 mobil dinas kepolisian juga dinyatakan rusak dan tiga mobil pribadi dirusak massa.

Sebelumnya, Polri gerak cepat mengerahkan tim DVI dari Polda Jawa Timur (Jatim) dan rumah sakit setempat untuk mempercepat proses identifikasi koban laga antara Arema Vs Persebayapada tragedi stadion Kanjuruhan.

  Belum Ada Pasokan Listrik PLTA Poso ke Morowali, JK Ungkap  Penyebabnya

“Untuk saat ini tim DVI Dokkes Polri segara ke Malang untuk back up Tim DVI Polda Jatim dan RS setempat guna percepatan identifikasi korban. Ini wujud Polri gerak cepat ” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Baca jugaBedah Buku Gerak Atlet Di Arena Politik Hadirkan Panelis, Pelaku Sejarah Sulteng

Adapun Tim DVI tersebut dipimpin langsung oleh Brigjen Nyoman. Dedi menuturkan, gerak cepat itu dilakukan oleh kepolisian untuk memberikan pertolongan medis kepada suporter yang menjadi korban dalam peristiwa tragedi di stadion Kanjuruhan tersebut. (teraskabar)