Palu, Teraskabar.id– Ekonomi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus mengalami pertumbuhan. Berdasarkan laporan BPS Provinsi Sulteng, Ekonomi Sulteng pada triwulan II-2023 dibanding triwulan II-2022 (y-on-y) mengalami pertumbuhan dua digit atau sebesar 11,86 persen.
“Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha kecuali Jasa Keuangan yang terkontraksi sebesar 0,51 persen,” kata Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sulteng, Rukhaedi, S.Si, M.S.E pada rilis BPS, Senin (7/8/2023).
Baca juga: Ekonomi Sulteng Tumbuh Dua Digit di TW I 2022, Masih Didominasi Industri Pengolahan
Menurut Rukhaedi, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Industri Pengolahan sebesar 25,64 persen. Sementara itu, dua lapangan usaha lainnya yang memiliki peran dominan yaitu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 2,66 persen; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 7,28 persen.
Struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan II-2023 terus mengalami pergeseran. Perekonomian Sulawesi Tengah didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 39,97 persen; diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 16,15 persen; dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,41 persen.
Baca juga: Ekonomi Sulteng Tumbuh Dua Digit di TW III 2022, Transportasi dan Pergudangan Meroket
Peranan ketiga lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Sulawesi Tengah mencapai 70,97 persen.
Ekonomi Sulteng juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,55 persen pada triwulan II-2023 dibanding triwulan I-2023 (q-to-q). Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali Jasa Keuangan dan Asuransi yang terkontraksi sebesar 2,64 persen.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 40,90 persen; dan Industri Pengolahan sebesar 16,01 persen.
Baca juga: Pertumbuhan Laba Dua Digit, Minat Investor Asing terhadap Telkom Cukup Besar
Sementara itu, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pertambangan dan Penggalian yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 1,68 persen dan 0,14 persen.
Kondisi serupa pada semester I-2023 dibanding semester I-2022, ekonomi Sulteng mengalami pertumbuhan sebesar 12,49 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha kecuali Jasa Keuangan dan Asuransi yang terkontraksi sebesar 1,54 persen.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Industri Pengolahan sebesar 27,37 persen; diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,08 persen. (teraskabar)






