Morowali Utara, Teraskabar.id – Batalyon Infanteri TP 825 GYS sembelih 4 ekor sapi kurban pada Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penyembelihan sapi kurban berlangsung di Markas Yonif TP 825 Garuda Yudha Sakti (GYS) di Desa Beteleme, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, Rabu (27/5/2026).
Sebelum penyembelihan hewan kurban, Danyonif TP 825/GYS, Lekol Inf Alkomar, S.I.P, M.TR MIL., menyerahkan secara simbolis hewan kurban kepada panitia pelaksana.
Danyonif mengatakan, penyembelihan hewan kurban tahun ini merupakan kali pertama pelaksanaannya di Markas Yonif TP 825 GYS. “Sama dengan pelaksanaan Salat Iduladha, yang juga kali pertama pelaksanaannya,” katanya.
Ia menjelaskan, daging hewan kurban ini selanjutnya akan didistribusikan kepada warga sekitar, terutama kepada mereka yang tergolong fakir miskin. “Kalau laporan dari komandan kompi saya, ada lebih dari 50 penerima paket daging kurban yang akan disebar ke warga sekitar,” ujarnya.
Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berlangsung usai salat Iduladha 1447 Hijriah di halaman kantor Markas Yonif TP 825 GYS. Pelaksanaan salat ini katanya dihadiri lebih dari 350 orang dari total 650 personil yang bertugas di Yonif TP 825 GYS. Sebab, ada di antara mereka tak mengikuti pelaksanaan salat Id kali ini karena sedang melaksanakan tugas di Papua bersama Batalion 714. Ada juga di antaranya yang sedang bersekolah, serta mereka yang sedang mendapat tugas dinas dalam.
Usai melaksanakan salat id dilanjutkan dengan open House dengan menikmati menu sederhana yang disiapkan oleh ibu ibu pengurus Persit Batalion.
Dalam kegiatan open house, antara pimpinan dan para anggotanya saling bersalaman mempererat silaturahmi. Open house ini juga sebagai “pengobat rindu” bagi personil yang tidak bisa berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan mengenai progres pembangunan Batalion 714 masih di kisaran 35 persen. Tapi sasaran pembangunan di tahap pertama, sudah mencapai 100 persen.
Menurutnya, ada 8 jenis bangunan yang dibangun pada tahap pertama, salah satunya pembangunan kantor. “Kalau yang masih berdiri dalam tahap proses, itu di tahap kedua,” ujarnya. (erny)






