Minggu, 25 Januari 2026
News  

Pemutaran Perdana Film Uwentira di XXI Jakarta dan Palu Sore Ini

Pemutaran Perdana Film Uwentira di XXI Jakarta dan Palu Sore Ini
Poster Film Uwentira. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.idPemutaran perdana Film Uwentira akan dilaksanakan di dua lokasi berbeda hari ini, Jumat sore (30/6/2023). Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pemutaran film akan dilaksanakan di Bioskop XXI Palu Grand Mall pukul 17.50 Wita, sedangkan di Jakarta di XXI Transmart Cibubur Jakarta pukul 17.00 WIB.

Hal itu disampaikan produser eksekutif Dr. Suaib Djafar, M.Si melalui keterangan resmi yang diterima media ini, Jumat (30/6/2023). Film Uwentira adalah film yang mengangkat cerita rakyat yang melegenda selama ini di Nusantara. Uwentira adalah cerita mistis tentang sebuah ‘negeri lain’ di sekitar jalan trans Sulawesi, tepatnya di ruas jalan Kebun Kopi yang menghubungkan perbatasan Kabupaten Donggala dengan Kabupaten Parigi Moutong.

Baca jugaRanah 3 Warna Jadi Film Pembuka di Jakarta Film Week

Dalam berbagai cerita masyarakat Suku Kaili, Uwentira dianggap sebagai sebuah negeri kerajaan bagi makhluk astral. Film ini dibuat dan dikemas oleh anak-anak muda generasi Gen Z dengan keterbatasan teknologi, namun dengan semangat dan keinginan luar biasa. Hal ini diungkapkan oleh Suaib Jafar, mantan Kepala Dinas Pariwisata Sulteng era Gubernur HB Paliudju dan Longki Djanggola.

Dr. Vera Rompas Rusdy Mastura (tengah). Foto: Istimewa

Di Jakarta, Ketua Persatuan Artis Film Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Vera Rompas, M.Si, akan memberikan sambutan dalam acara pemutaran perdana Film Uwentira. Ibu gubernur, yang juga Ketua PARFI Sulteng, berharap bahwa film cerita rakyat ini bukanlah yang terakhir, melainkan menjadi awal bangkitnya industri kreatif di bidang film di Sulteng di masa mendatang.

Suaib menyebutkan bahwa pemutaran perdana film Uwentira adalah hasil kerjasama dengan XXI dan telah mendapatkan persetujuan dari badan sensor negara. Ia optimistis bahwa film ini akan diterima oleh masyarakat di Nusantara. Bahkan, ia mengaku bahwa film ini telah menarik perhatian kalangan industri film Malaysia dan Brunei Darussalam.

  Pajak 10% kepada Warung Makan, Hadianto: Salah Kaprah Pemahaman Pelaku Usaha

Baca jugaTragedi Bencana 28 September 2018 Akan Diangkat ke Layar Lebar, Ini Judul Filmnya