Senin, 4 Mei 2026
Ekbis  

Ekonomi Sulteng Rebound di TW III 2023

Palu, Teraskabar.id– Ekonomi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami rebound atau bangkit kembali setelah di Triwulan (TW) I-2023 dan TW II-2023 secara year on year (Y on Y) melambat.

Ekonomi Sulteng mengalami pertumbuhan 13,06 persen pada TW III-2023 dibandingkan dengan TW III-2022  (Y on Y). Sementara di dua TW sebelumnya yaitu TW I-2023 (Y on Y), ekonomi Sulteng melambat sebesar 13,18  persen  dari sebelumnya 18,96 persen di TW IV-2022 (Y on Y). Perlambatan kembali terjadi sebesar 11,82 persen di TW II-2023 (Y on Y), lantas mulai membaik (rebound) di TW III-2023 (Y on Y).

Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sulteng, Rukhaedi, S.Si, M.S.E saat mendampingi Kepala BPS Sulteng pada rilis BPS, Senin (6/11/2023), mengatakan, pertumbuhan ekonomi terjadi pada semua lapangan usaha.

Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sulteng, Rukhaedi, S.Si, M.S.E saat mendampingi Kepala BPS Sulteng pada rilis BPS, Senin (6/11/2023), mengatakan, pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha.

“Dua lapangan  usaha mengalami kontraksi yaitu Konstruksi dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang masing- masing terkontraksi sebesar 1,37 persen dan 4,52 persen,” kata Rukhaedi.

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Industri Pengolahan sebesar 27,99 persen. Sementara itu, dua lapangan usaha lainnya yang memiliki peran dominan yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pertambangan dan Penggalian juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 0,65 persen dan 13,32 persen.

Ia menambahkan, struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan III-2023 terus mengalami pergeseran. Perekonomian Sulawesi Tengah didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 42,23 persen; diikuti oleh dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,59 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 14,78 persen. Peranan ketiga lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Sulawesi Tengah mencapai 72,60 persen.

  Peresmian Dapur MBG di Parimo, Gubernur Sulteng Dorong Manfaatkan Pangan Lokal

Sebelumnya, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kurun dua TW terakhir, mengalami tren penurunan.

Berdasarkan laporan BPS Provinsi Sulteng, PDRB Sulteng pada Triwulan III-2022 secara year on year (Y on Y) merupakan capaian tertinggi kurun 2021 hingga 2023. PDRB Sulteng Tw III-2022 secara (Y-on-Y) mencapai 19,12 persen.

Pertumbuhan PDRB di Tw-IV-2022 mengalami perlambatan sekitar 0,16 persen secara year on year sehingga angka pertumbuhannya tercatat 18,96 persen. Padahal, di Tw II-2022, pertumbuhan PDRB melonjak signifikan secara year on year (Y on Y) dari 11,17 persen menjadi 19,12 persen di TW III-2022.

Setelah itu, mengalami penurunan secara konsisten terhitung mulai 18,96 persen di TW IV-2022, turun drastis di Tw I-2023. “Lantas kembali melambat di TW II-2023 sebesar 11,86 persen,” kata Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sulteng, Rukhaedi, S.Si, M.S.E saat mendampingi Kepala BPS Sulteng pada rilis BPS, Senin (7/8/2023).

Rukhaedi menambahkan, struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku untuk triwulan II-2023 terus mengalami pergeseran. Pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha (Y-on-y) pada Tw II-2023 didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 25,64 persen; diikuti oleh jasa lainnya sebesar 9,18 persen; dan penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,44 persen.

“Peranan ketiga lapangan usaha tersebut dalam pertumbuhan PDRB Sulawesi Tengah mencapai 43,26 persen,” ujarnya.

Adapun sumber pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha (Y-on-y) masih didominasi oleh Industri Pengolahan sebesar 8,35 persen, diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,25 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,50 persen. (teraskabar)

 

  Gubernur Sulteng-Kejati Sulteng Sepakati Kerjasama Implementasi Sanksi Sosial Pelaku Pidana Umum