Minggu, 25 Januari 2026
News  

SFP dan DKP Sulteng Sosialisasi dan Diskusikan Pengelolaan Kolaboratif Perikanan Gurita

SFP dan DKP Sulteng Sosialisasi dan Diskusikan Pengelolaan Kolaboratif Perikanan Gurita

Palu, Teraskabar.id – Sustainable Fisheries Partnership (SFP) bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan pertemuan sosialisasi dan diskusi pengelolaan kolaboratif (co-management) perikanan gurita di Kota Palu, Sulawesi Tengah,  Kamis (14/12/202).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran DKP Provinsi Sulawesi Tengah,  DKP Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut, perwakilan nelayan gurita dari desa Kalumbatan, Lobuton, dan Popisi, serta mitra lokal pendamping nelayan gurita di wilayah ini, antara lain Yayasan LINI, JAPESDA, Yayasan ROA, dan Universitas Tadulako, serta dihadiri juga oleh perwakilan USAID -BERIKAN.

Baca jugaKembangkan KPN di Sulteng, Untad Siap jika Diberi Ruang Partisipasi Kolaboratif

Provinsi Sulawesi Tengah sebagai salah satu penghasil komoditas gurita dengan rata-rata produksi dari tahun 2005 sampai dengan 2021 sekitar 42,323 ton ( Statistik Perikanan Tangkap, KKP, 2021).  Permintaan pasar pada komoditas gurita (Octopus spp.) terus meningkat setiap tahunnya, baik dari pasar dalam negeri dan juga pasar internasional seperti Italia, Amerika Serikat, China, Yunani dan Korea Selatan. Dengan adanya tekanan pasar yang tinggi, SFP dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah berinisiatif untuk melakukan pengelolaan perikanan gurita yang berkelanjutan secara kolaboratif yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

Pengelolaan kolaboratif (co-management) adalah pendekatan kemitraan, di mana pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan pengguna sumberdaya perikanan, terutama nelayan, dapat berbagi tanggungjawab dan wewenang untuk pengelolaan perikanan di wilayahnya, dengan berkolaborasi di antara mereka sendiri dan dengan para pihak lainnya.  Melalui pendekatan ini semua pihak berperan dalam proses pengambilan keputusan.

Baca jugaKarena Cuaca Buruk, Nelayan Hilang saat Mencari Gurita di Pulau Timpaus

  Rakerda Demokrat Sulteng Dihadiri Sekjen, Wasekjen dan Ketua BPOKK

Direktur Program Indonesia dari Sustainable Fisheries Partnership (SFP) Dessy Anggraeni, menyebutkan,  pengelolaan kolaboratif antar berbagai pihak merupakan prinsip yang diusung SFP dalam mengelola perikanan, terutama dalam perikanan skala kecil.

Untuk itu SFP sangat berterima kasih atas dukungan dari DKP Provinsi Sulawesi Tengah pada kegiatan sosialisasi dan diskusi pengelolaan kolaboratif, yang melibatkan semua unsur dalam perikanan gurita di Sulawesi Tengah, terutama nelayan-nelayan gurita.

“Diharapkan seluruh pihak dapat lebih memahami peranan masing masing untuk mencapai pengelolaan perikanan gurita secara kolaboratif dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah,“ ujarnya.

Moh. Arif Latjuba, Kepala DKP Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan perikanan gurita perlu dikelola dengan baik untuk memastikan keberlanjutannya.

Baca jugaPemprov Sulteng Diskusikan Strategi Tingkatkan DBH Pertambangan

Tingginya permintaan pasar akan komoditas perikanan gurita serta penerapan persyaratan standar keberlanjutan menjadi suatu isu yang tidak dapat kita abaikan.

“Penting bagi kita semua untuk mengelola perikanan ini  supaya kesejahteraan nelayan kecil semakin meningkat.” Ujarnya.

Pendekatan co-management menjembatani aspirasi masyarakat dan keinginan pemerintah sebagai sebuah mekanisme kelembagaan yang mempertimbangkan pembagian peran, manfaat dan tanggung jawab. Pertemuan sosialisasi dan diskusi  ini memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai konsep co-management, mengidentifikasi isu tantangan dan peran berbagai pihak dalam mendukung perikanan gurita skala kecil dalam implementasi pengelolaan secara kolaboratif (co-management).(teraskabar)