Palu, Teraskabar.id – Wali Kota Palu Hadianto Rasyid berupaya memproteksi lahan pertanian yang nyaris tak bersisa di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Caranya, lahan pertanian yang masih ada semaksimal mungkin keberadaannya tetap dipertahankan peruntukannya sebagai kawasan pertanian.
Misalnya, lahan pertanian seluas 19 hektare lebih yang tak jauh lokasinya dari kawasan pekuburan umum di Jalan Lagarutu, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, tak boleh dialihfungsikan.
“Lahan seluas 19 hektare lebih ini ditentukan penetapannya. Tidak boleh untuk pembangunan rumah. Lokasinya ini khusus untuk kawasan pertanian,” kata Hadianto Rasyid dalam sambutannya sebelum melaksanakan penanaman bibit bawang goreng secara simbolis di lahan pertanian yang terletak di Jalan Lagarutu, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (12/05/2025).
Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari para pemuda yang tergabung dalam Laskar Topotara Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan PT Citra Palu Minerals (CPM).
Wali Kota Hadianto menambahkan, bila ada pemilik lahan yang ingin melepaskan hak kepemilikannya melalui jual beli lahan, maka pembeli tak boleh mengalihfungsikannya dari lahan pertanian.
“Sehingga kalau ada yang mau melepas tanahnya, silakan lepas tapi tanahnya tidak akan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain selain pertanian,” tegas Hadianto.
Ia kembali menegaskan, kawasan pertanian seluas 19 hektare yang selama ini dijadikan lahan pertanian untuk menanam padi dan bawang merah khas Palu, biarlah tetap menjadi garapan petani dan peruntukannya murni untuk lahan pertanian.
“Setelah saya liat, ini potensi yang harus digarap. Kadang kadang uang yang satu juta rupiah itu bisa bernilai 100 ribu rupiah, ketika kita tidak mampu mengelolanya dengan baik. Tetapi uang 100 ribu rupiah itu bisa bernilai 1 juta rupiah kalau kita mampu mengelolanya dengan baik. Sama dengan ini lahan pertanian ini,” ujarnya.
Wali kota Hadianto Rasyid bahkan menawarkan kepada para petani yang menggarap lahan di lokasi ini untuk mengajukan kebutuhannya ke Pemkot Palu.
“Apa kebutuhannya komiu, bilang memang sekarang. Karena kita tengah menyiapkan kebutuhan untuk anggaran perubahan,” ujarnya. (red/teraskabar)






