Morowali, Teraskabar.id– Merayakan Hari Buruh 2026, Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Kabupaten Morowali langsung menggelar Pendidikan Dasar Anggota (PDA) II sebagai langkah konkret memperkuat kapasitas buruh. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Wata, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (2/5/2026).
Selain itu, ratusan pekerja dari kawasan industri BTIIG hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias tinggi. Mereka tidak hanya datang, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam sesi yang diselenggarakan panitia.
Kemudian, kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Wakil Ketua FNPBI Sulawesi Tengah Rizal Moh Nasir hadir bersama Ketua FNPBI Kabupaten Morowali Afit Saputra. Di sisi lain, jajaran pengurus organisasi FNPBI turut memperkuat jalannya agenda tersebut.
Selanjutnya, perwakilan perusahaan juga ikut menghadiri kegiatan ini. PT BTIIG mengutus Hidayat, sedangkan PT Hanrui menghadirkan Andi Asriadi. Sementara itu, pemerintah daerah menunjukkan dukungan melalui kehadiran Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Morowali, Ahmad, S.T.
Tidak hanya itu, Kepala Desa Uedago Karman dan Ketua Umum Forum Masyarakat Kawasan Investasi (FMKI) Kabupaten Morowali, Albar Djena, juga ikut berpartisipasi. Hadir pula perwakilan SPIS Morowali dan turut hadir juga penggiat sosial, Nursalim Lahasina.
Merayakan Hari Buruh 2026 dengan Memperkuat Kesadaran dan Solidaritas Buruh
Ketua FNPBI Morowali, Afit Saputra menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran buruh terhadap hak dan kewajiban mereka. Ia juga menekankan pentingnya organisasi sebagai alat perjuangan yang efektif. Oleh karena itu, ia mendorong peserta untuk memahami peran strategis serikat pekerja.
“Kami menyelenggarakan Pendidikan Dasar ini bukan sekadar agenda rutin. Kami ingin setiap buruh memahami haknya, menjalankan kewajibannya, serta berani berserikat untuk memperjuangkan kepentingan bersama. Kami juga mendorong buruh agar tidak pasif. Kami ingin mereka aktif, kritis, dan mampu mengambil peran dalam setiap dinamika ketenagakerjaan, khususnya di kawasan industri Morowali,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua FNPBI Sulawesi Tengah, Rizal Moh Nasir menjelaskan bahwa agenda ini menjadi bagian penting dalam merayakan Hari Buruh 2026. Ia menilai pendidikan dasar sebagai fondasi utama dalam membangun gerakan buruh yang solid, terstruktur, dan berkelanjutan.
“Pendidikan dasar seperti ini menjadi kunci dalam membangun gerakan buruh yang kuat. Kami ingin buruh tidak hanya hadir sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai subjek yang sadar dan terorganisir. Kami melihat momentum May Day, kami merayakan Hari Buruh 2026 dengan cara seperti ini, Pendidikan. Ini adalah kesempatan yang tepat untuk memperkuat kesadaran dan solidaritas. Oleh karena itu, kami terus mendorong pendidikan dan konsolidasi agar gerakan buruh semakin kokoh,” beber Rizal.
Lebih lanjut, Rizal menyebut kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memperkuat solidaritas antarsesama pekerja. Dengan demikian, buruh dapat menghadapi berbagai tantangan di kawasan industri secara kolektif.
Harapan Lahirkan Buruh Kritis dan Terorganisir
Sementara itu, peserta terlihat aktif mengikuti diskusi, materi, dan sesi tanya jawab. Mereka terus berdialog, berbagi pengalaman, serta memperdalam pemahaman tentang isu ketenagakerjaan yang relevan.
Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga mempertegas posisi buruh dalam dinamika industri. Oleh sebab itu, FNPBI terus mendorong pendidikan sebagai strategi utama perjuangan.
Akhirnya, melalui kegiatan ini, FNPBI berharap dapat melahirkan anggota yang lebih kritis, sadar hak, dan siap berkontribusi dalam gerakan buruh. Dengan demikian, momentum merayakan Hari Buruh 2026 tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi berubah menjadi gerakan nyata yang berdampak luas. (G)
DILARANG KERAS MENGCOPY PASTE SEBAGIAN ATAU KESELURUHAN ISI BERITA INI UNTUK TUJUAN APAPUN, TANPA SEIZIN PENULIS






