Sabtu, 2 Mei 2026

Peran Koperasi dan UMKM Menggerakkan Ekonomi Morowali

peran koperasi dan umkm dalam menggerakkan ekonomi morowali
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Morowali, Zainuddin, S.Pd,M.Pd., dalam sebuah pelatihan dalam rangka meningkatkan peran koperasi dan UMKM di Kabupaten Morowali. Foto: SM

Morowali, Teraskabar.id – Peran koperasi dan UMKM di Kabupaten Morowali dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah terus diupayakan. Melalui berbagai program unggulan dan dukungan kepada pelaku usaha, Dinas Koperasi dan UMKM diharapkan menjadi motor penggerak yang menjaga agar sirkulasi ekonomi tetap berputar di daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Morowali,Zainuddin, S.Pd., M.Pd., menyebut peran koperasi dan UMKM didorong untuk menjadi penyumbang penting terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, khususnya di sektor perdagangan, pertanian, industri rumah tangga, dan jasa.

Untuk memperkuat koperasi dan memberdayakan pelaku UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM melakukan langkah strategis berupa pendataan potensi UMKM, verifikasi lapangan, serta pelatihan peningkatan SDM koperasi dalam tata kelola usaha dan pemanfaatan bantuan permodalan. “Kami berupaya agar peran koperasi dan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu bersaing,” ujar Zainuddin, Kamis (16/10/2025).

Dukungan terhadap pelaku UMKM juga dilakukan melalui sosialisasi kemudahan perizinan, pendampingan usaha oleh tenaga profesional, hingga pelatihan sertifikasi dan standarisasi produk. Upaya konkret lainnya meliputi pemberian bantuan peralatan pendukung usaha dan pelatihan berjenjang agar produk UMKM bisa menembus pasar yang lebih luas.

Tak hanya itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Morowali menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah dalam pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan, hal tersebut tentu saja menjadi bagian penting dalam meningkatkan peran Koperasi dan UMKM. Saat ini telah terbentuk 126 koperasi desa dan 7 koperasi kelurahan yang tengah dibina oleh tenaga pendamping Telkom melalui dana dekonsentrasi provinsi.

Untuk menarik minat generasi muda, koperasi kini didorong menjadi lebih modern melalui digitalisasi sistem pelaporan dan branding yang kekinian. Dinas juga aktif melakukan kampanye publik melalui media sosial dan pelatihan keterampilan bagi pengurus serta anggota koperasi.

  Penyewaan Bangunan KUD Senilai Rp60 Juta untuk Dapur MBG di Galang Bermasalah

Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan SDM dan manajerial, Zainuddin optimistis. “Bersama kita bisa dan kuat. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul,” ujarnya penuh semangat, menegaskan tekad Dinas Koperasi dan UMKM untuk terus menjadi garda depan penggerak ekonomi daerah yang mandiri dan berdaya saing. (Ghaff/Teraskabar).