Senin, 4 Mei 2026

Dapur MBG di Parilangke Morowali Perkuat Gizi dan Dorong Ekonomi Lokal

dapur mbg di parilangke morowali perkuat gizi dan dorong ekonomi lokal
Kepala Dapur MBG Parilangke Ayu Ramadhani didampingi oleh Ahli Gizi Radhiyya Tsabitah S. Djidin dan Akuntan dapur Nurul Maghfirah. Foto: Ghaff

Morowali, Teraskabar.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan kerja nyata di daerah, salah satunya melalui dapur MBG di Parilangke yang menjadi ujung tombak pelayanan gizi di Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali. Sejak awal beroperasi, dapur MBG di Parilangke yang berada dibawah naungan Yayasan Yayasan Raja Dermawan Bahagia ini, secara konsisten mengutamakan bahan pangan dari petani lokal. Langkah ini tidak hanya menjaga kualitas gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, pendekatan ini menghadirkan sistem distribusi pangan yang lebih segar, efisien, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menggerakkan program ini secara terstruktur. Lembaga tersebut mengoordinasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana di lapangan. Oleh karena itu, dapur MBG di Parilangke hadir sebagai bagian penting dari sistem nasional yang memastikan setiap makanan memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Dengan demikian, program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga terukur dan terkontrol.

Selanjutnya, dapur yang berlokasi di Desa Parilangke, Kecamatan Bumi Raya ini mulai beroperasi pada 18 Agustus 2025. Pengelola langsung mengarahkan layanan kepada ribuan penerima manfaat. Sebanyak 2.931 peserta didik dari 35 sekolah menerima makanan bergizi setiap hari. Sementara itu, 126 ibu hamil dan ibu menyusui di empat desa juga mendapatkan manfaat yang sama. Kondisi ini menunjukkan bahwa program menyasar kelompok prioritas secara tepat.

Dapur MBG di Parilangke Libatkan 48 Tenaga Kerja dan Petani Lokal

Tidak hanya fokus pada distribusi, pengelola juga memperhatikan aspek operasional secara menyeluruh. Mereka melibatkan 48 tenaga kerja yang bekerja secara profesional. Bahkan, bahan pangan diperoleh dari petani sekitar wilayah Bumi Raya. Karena itu, dapur MBG di Parilangke mampu menjaga kesegaran bahan sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal. Di samping itu, pengelola menerapkan sistem penyimpanan terpisah antara bahan basah dan kering untuk menjaga kualitas.

  Pemukim Israel Sebar Racun di Lahan Penggembalaan Warga Palestina, Puluhan Ekor Domba Mati

Standar Gizi dan Menu Seimbang

Lebih lanjut, ahli gizi menyusun menu harian secara variatif dan seimbang. Setiap sajian mengandung karbohidrat, protein hewani, sayuran, dan buah. Dengan begitu, penerima manfaat tidak hanya kenyang, tetapi juga memperoleh asupan nutrisi lengkap. Selain itu, variasi menu meningkatkan selera makan siswa sehingga konsumsi makanan menjadi optimal.

Ahli gizi Radhiyya Tsabitah S. Djidin menegaskan bahwa kualitas bahan menjadi faktor utama dalam menjaga nilai gizi makanan.

“Kami memastikan setiap menu mengandung gizi seimbang dengan komposisi karbohidrat, protein hewani, sayuran, dan buah. Selain itu, kami menggunakan bahan segar dari petani lokal agar kandungan nutrisi tetap optimal,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Radhiyya juga menambahkan bahwa dapur MBG di Parilangke terus mengevaluasi menu agar sesuai dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.

Pengawasan Berlapis Jamin Keamanan Pangan

Kemudian, tim dapur menerapkan pengawasan kualitas secara berlapis. Sebelum distribusi, petugas melakukan uji organoleptik untuk memastikan rasa, aroma, dan tekstur tetap baik. Setelah itu, petugas sekolah kembali mengecek makanan sebelum membagikannya kepada siswa. Alur ini memastikan setiap hidangan aman untuk dikonsumsi. Di sisi distribusi, pengelola mengoperasikan dua unit mobil untuk menjangkau berbagai desa.

Selain operasional harian, tim juga rutin melakukan evaluasi langsung ke sekolah. Mereka mengumpulkan masukan dan segera menyesuaikan pelayanan. Bahkan, pengelola mengirim laporan harian kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk transparansi. Tidak hanya itu, dapur juga membuka layanan pengaduan masyarakat selama 24 jam.

Kepala dapur Ayu Ramadhani menegaskan bahwa timnya berkomitmen menjaga kualitas layanan setiap hari.

“Kami tidak hanya fokus pada jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga memastikan kualitas, kebersihan, dan nilai gizi tetap terjaga. Selain itu, kami ingin program ini benar-benar memberi manfaat nyata,” katanya.

  Bupati Delis Melepas Rombongan Guru Peserta Studi Tiru ke Bantul Provinsi DIY

Akhirnya, seluruh upaya ini menunjukkan bahwa dapur MBG di Parilangke tidak sekadar memasak dan membagikan makanan. Sebaliknya, mereka membangun sistem gizi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak luas. Oleh karena itu, keberadaan dapur MBG di Parilangke menjadi contoh konkret bagaimana program nasional dapat berjalan efektif di tingkat lokal. (G).