Jumat, 22 Mei 2026
Home, News  

Orientasi Pengenalan Budaya TULI Kini Hadir di Kota Palu

Orientasi Pengenalan Budaya TULI Kini Hadir di Kota Palu
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid hadir pada pembukaan orientasi pengenalan budaya tuli, etika berinteraksi, dan aturan dalam pelatihan BISINDO, Rabu (20/5/2026). Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid secara resmi membuka kegiatan orientasi pengenalan budaya tuli, etika berinteraksi, dan aturan dalam pelatihan BISINDO, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu dan dihadiri para teman TULI serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan upaya yang harus diseriusi dan jangan dianggap hanya seremonial. Kegiatan ini menjadi jembatan untuk memahami budaya TULI.

Ia juga menyebutkan kegiatan tersebut sangat humanis karena dapat membantu komunikasi dua arah dengan penyandang disabilitas, khususnya bersama keluarga disabilitas.

“Pemerintah Kota Palu mempunyai rencana aksi yang beberapa waktu lalu kita selesaikan. Salah satunya adalah bagaimana Pemerintah Kota Palu, khususnya petugas pemerintah, mampu membangun komunikasi dua arah bersama keluarga disabilitas kita. Mereka memiliki keterbatasan khusus dalam hal pendengaran,” kata Wali Kota Hadianto.

Orientasi Pengenalan Budaya TULI untuk Memahami Kebutuhan Penyandang Disabilitas

Menurut Hadianto, pemerintah sebagai pelayan masyarakat harus mampu hadir dan memasuki ruang kehidupan seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk keluarga penyandang disabilitas.

“Jangan sampai kita meminggirkan mereka lantaran keterbatasan kita berkomunikasi dengan mereka. Mereka memiliki cara komunikasi yang berbeda,” ujarnya.

Sangat ironis jika mereka diabaikan karena ketidakmampuan pemerintah dalam memahami kebutuhan mereka. Karena mereka adalah bagian dari masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dari pelayanan pemerintah. Tidak bisa ada diskriminasi maupun perlakuan yang berbeda, tetapi manfaat yang didapatkan harus sama.

Hadianto menegaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini merupakan bentuk perhatian nyata Pemerintah Kota Palu kepada keluarga disabilitas yang harus ditindaklanjuti secara serius, tidak hanya di tingkat OPD tetapi juga hingga ke tingkat kelurahan.

  70 Anak Ikut Sunatan Massal, PT CPM - Bakrie Amanah Laksanakan di Kawatuna

Ia berharap perhatian dan penguatan pelayanan inklusif dapat tumbuh hingga di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

“Kalau ini kita kuatkan di kelurahan, maka perhatian dan pelayanan itu juga akan terbangun di tingkat kelurahan,” kata wali kota.

Di akhir sambutannya, Wali Kota meminta seluruh pihak untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik serta tidak ragu menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya memperkuat hubungan dan rencana aksi Pemerintah Kota Palu bersama keluarga disabilitas.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Palu dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Kota Palu tersebut dapat diikuti oleh berbagai kalangan usia tanpa terkecuali, seperti pelajar, mahasiswa, maupun relawan sosial yang ingin bergabung dan berpartisipasi dalam pembelajaran selama satu bulan.

Peserta diberikan materi dasar bahasa isyarat dan praktik komunikasi langsung yang akan dilaksanakan dua kali dalam seminggu selama sebulan.

Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memberikan hak yang sama terhadap penyandang disabilitas. Selain itu, diharapkan seluruh OPD di Kota Palu memiliki sumber daya yang memahami budaya tuli maupun bahasa isyarat. (fitra)