Palu, Teraskabar.id – Banjir kembali melanda sejumlah titik di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), di antaranya di Desa Tolai Kecamatan Torue, Desa Sibalago Kecamatan Toribulu, dan Desa Balinggi Jati Kecamatan Balinggi pada Senin malam (25/5/2026). Menyikapi persitiwa tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parimo temui BWSS III Palu untuk merumuskan pola penanganan bencana secara terintegrasi pascabanjir di 3 desa tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu, Selasa (26/5/2026), juga dihadiri Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan pandangan mengenai penanganan bencana di wilayah Parigi Moutong, khususnya di desa yang terdampak banjir, serta memastikan respons cepat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dengan instansi vertikal terkait.
Dalam pertemuan tersebut hadir langsung Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIV Palu, dan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase didampingi oleh Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Lely; Camat Torue, Camat Balinggi; Kepala Desa Tolai, Kepala Desa Balinggi; Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong; serta PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPPR) Kabupaten Parigi Moutong.
Pemkab Parimo Temui BWSS, Komitmen Penanganan Menyeluruh dan Cepat
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase menegaskan keinginan kuatnya agar wilayah Balinggi, Torue, hingga Sausu mendapatkan perhatian prioritas dan ditangani secepat mungkin dengan cara yang paling efisien.
Menurutnya, penanganan bencana di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan pendekatan yang menyeluruh, komprehensif, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik yang berada di lingkup kewenangan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Kami ingin wilayah Balinggi, Torue, dan Sausu ini ditangani secara tuntas, cepat, dan efisien. Diperlukan penanganan yang menyeluruh dan komprehensif dengan melibatkan semua pihak, baik dari unsur pemda maupun pemerintah pusat, agar permasalahan banjir yang terus berulang ini dapat segera teratasi dan tidak merugikan masyarakat lagi,” ujar Bupati dalam audiensi tersebut.
Hasil Kesimpulan dan Dukungan Konkret
Melalui diskusi dan pembahasan mendalam, pertemuan ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan penting yang menjadi langkah tindak lanjut penanganan banjir, antara lain:
1. Perencanaan Jangka Panjang: Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan segera mengusulkan program penanganan bencana bersifat jangka panjang untuk wilayah Balinggi, Torue, dan Desa Sibalago Kecamatan Toribulu, guna mencegah dampak yang lebih besar di masa mendatang.
2. Bantuan Penanganan Darurat: Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu berkomitmen memberikan bantuan material penanggulangan banjir berupa bronjong dan geobag untuk kebutuhan respon cepat di lokasi terdampak. Selain itu, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah akan mengirimkan bantuan alat berat untuk membantu proses penanganan dan pembersihan di Desa Balinggi Jati.
3. Pemeliharaan Berkala: Sebagai langkah pencegahan rutin, disepakati bahwa kegiatan normalisasi sungai akan dilaksanakan secara berkala dan terjadwal agar kapasitas aliran air tetap terjaga.
Langkah-langkah konkret ini merupakan bukti nyata sinergitas antara pemerintah daerah dan instansi pusat di Sulawesi Tengah dalam menjawab tantangan bencana alam, serta menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong. (red)






