Senin, 1 Juni 2026

Hari Lahir Pancasila 2026, Ahmad Hakim: Pancasila Adalah Jalan Kemandirian Bangsa

hari lahir pancasila 2026 ahmad hakim pancasila adalah jalan kemandirian bangsa
Ketua DPC PDI Perjuangan dan Anggota DPRD Kabupaten Morowali, H. Ahmad Hakim, SH. Foto: Istimewa.

Morowali, Teraskabar.id – Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 kembali mengingatkan bangsa Indonesia pada nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan bernegara. Pancasila yang diperkenalkan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945 di hadapan sidang BPUPKI kini telah berusia 81 tahun dan tetap menjadi falsafah hidup bangsa Indonesia.

Sebagai ideologi negara, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara. Lebih dari itu, Pancasila hadir sebagai pondasi, tiang, atap, sekaligus pagar yang menjaga keutuhan rumah besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pandangan tersebut mendapat penegasan dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Morowali, Ahmad Hakim. Politisi yang akrab disapa Om Hakim itu menilai pemahaman terhadap Pancasila justru menghadapi tantangan besar di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang terjadi saat ini menuntut penguatan kembali nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak memandang Pancasila hanya sebagai simbol atau hafalan semata.

“Padahal, semakin berkembang negara ini, seharusnya pemahaman dan pengamalan sila-sila Pancasila harus semakin kuat. Karena hanya dengan cara itu, kita bisa menyelamatkan bangsa ini dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar,” ujarnya.

Investasi Harus Berjalan Seiring dengan Karakter Bangsa

Selain menyoroti aspek ideologi, Ahmad Hakim juga mengaitkan Pancasila dengan dinamika investasi yang berkembang pesat di Indonesia. Ia menilai masuknya investasi asing membawa konsekuensi yang harus diantisipasi melalui penguatan karakter bangsa.

Di sisi lain, perkembangan ekonomi nasional memang membuka ruang bagi berbagai kerja sama internasional. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan jati dirinya di tengah arus globalisasi.

Karena itu, Ahmad Hakim menekankan pentingnya menjaga National Character sebagaimana yang pernah digagas Bung Karno. Dengan karakter bangsa yang kuat, Indonesia dapat memanfaatkan investasi tanpa kehilangan kendali atas kekayaan dan masa depannya.

  Silaturahmi Politik di Taipa Beach: Wali Kota Palu Jamu DPP Partai Gema Bangsa

“Kita ambil contoh dalam dunia investasi. Kalau karakter bangsa ini tidak kita pertahankan, kalau Pancasila tidak kita terapkan, maka terjadilah apa yang kita lihat sekarang ini. Kekayaan alam kita dikeruk pihak asing, dan kita hanya bisa menjadi calo di negeri sendiri. Negara juga hanya menjadi mediator bagi investor asing,” jelas Om Hakim.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus tetap berpijak pada nilai-nilai keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Hari Lahir Pancasila 2026: Generasi Muda Dinilai Mulai Menjauh dari Nilai Pancasila

Tidak hanya berbicara mengenai ekonomi dan investasi, Ahmad Hakim juga menyoroti kondisi generasi muda saat ini. Ia melihat adanya kecenderungan menurunnya pemahaman terhadap substansi Pancasila, khususnya di kalangan Generasi Z.

Menurutnya, sebagian besar generasi muda masih mengenal Pancasila pada tingkat hafalan. Sementara itu, pemahaman yang mendalam terhadap makna setiap sila dinilai belum berkembang secara optimal.

Akibatnya, proses pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari menjadi kurang maksimal. Padahal, generasi muda merupakan penerus bangsa yang akan menentukan arah Indonesia pada masa depan.

“Coba kita perhatikan generasi muda kita saat ini, terutama mereka yang kita sebut Gen Z, ada berapa diantara mereka yang memiliki pemahaman yang cukup terhadap Pancasila? Kebanyakan mereka hanya sebatas menghafal sila-silanya, tapi bagaimana dengan pemahamannya? bagaimana mau mengamalkan kalau tidak memiliki pemahaman? Ini adalah salah satu bentuk kemunduran bangsa ini,” tegasnya.

Hari Lahir Pancasila 2026 Menjadi Momentum Penguatan Kedaulatan Bangsa

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Ahmad Hakim berharap pemerintah dan seluruh masyarakat kembali menempatkan Pancasila sebagai pedoman utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

  Catatan Dialog Diseminasi Buku Cerita Anak Dwibahasa 2025, Diah Puspita: Minat Baca PR Bersama

Selanjutnya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurutnya, tujuan tersebut hanya dapat tercapai apabila setiap kebijakan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.

Karena itu, momentum Hari Lahir Pancasila 2026 perlu dimanfaatkan sebagai sarana refleksi sekaligus penguatan komitmen kebangsaan. Di samping itu, peringatan tahunan ini harus menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki ideologi yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

Pada akhirnya, Hari Lahir Pancasila 2026 bukan sekadar seremoni nasional. Sebaliknya, peringatan ini harus menjadi penggerak untuk memperkuat kemandirian bangsa, menjaga kedaulatan negara, dan memastikan pengelolaan sumber daya alam berpihak kepada rakyat.

“Hanya dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, maka kekayaan alam kita benar-benar bisa dikelola sebebesar-besarnya untuk kemakmuran Rakyat, sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 33 UUD 1945,” pungkasnya. (G)