Palu, Teraskabar.id – Kabar mengejutkan terjadi di pengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah (Sulteng). Pergeseran pimpinan di PSI terjadi di tingkat pengurus Provinsi Sulteng, Agus Lamakarate akan digantikan oleh Syafiah Basir.
Mekanisme pergantian pucuk pimpinan di internal PSI Sulteng tersebut berlangsung melalui mekanisme penunjukan langsung dari DPP. Legalitas ketua DPW PSI Sulteng yang baru menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) dari DPP PSI.
“Insya Allah dalam waktu dekat ini akan terjadi pergeseran struktur pengurus dan dalam waktu tidak lama lagi SK nya segera turun
Hal itu disampaikan oleh Ketua demisioner DPW PSI Sulteng, Agus Lamakarate di hadapan sejumlah awak media, Senin (28/9/2029), di Foody Resto Palu. Sejumlah fungsionaris DPW PSI Sulteng hadir pada pertemuan tersebut, di antaranya Fery Anwar, Moh. Masykur, calon Ketua DPW Syafiah Basir, Agus Manggona, dan Eric Tamalagi.
Olehnya kata Agus Lamakarate, ia hadir dalam momen strategis ini bersama sejumlah fungsionaris DPW PSI Sulteng untuk menyampaikan lebih awal ke masyarakat Sulteng mengenai rencana pergeseran struktur kepengurusan PSI. Dan dalam waktu dekat ini, DPP akan segera menerbitkan SK-nya dengan menempatkan Syafiah Basir sebagai ketua DPW PSI Sulteng yang baru.
Target Menang di Sulteng
Mengusung visi besar PSI, dinamika pergeseran struktur kepengurusan partai menjadi momen untuk lebih menguatkan formasi demi satu cita-cita, membesarkan PSI.
Agus Lamakarate mengatakan, sebagai kader partai, proses pergeseran struktur pengurus, termasuk pergantian ketua DPW adalah sesuatu yang lumrah. Sebagai kader yang memegang teguh komitmen, Agus Lamakarate menegaskan tetap dalam barisan yang akan menggolkan target besar PSI, lolos verifikasi partai pada 2027 dan jadi pemenang Pemilu legislative 2029.
“Pergeseran ini adalah hal yang biasa, karena kami melihat bahwa kami bekerja di PSI tidak melihat jabatan tapi kami melihat cita-cita PSI,” ujarnya.
Agus Lamakarate yang telah menakhodai PSI di Sulteng selama kurang lebih setahun ini membeberkan target besar PSI Sulteng. Pertama, sebagai partai non-parlemen, PSI targetkan lolos verifikasi partai pada 2027. Ia optimistis PSI Sulteng lolos verifikasi partai karena DPW dan 13 DPD Kabupaten Kota sudah bekerja merampungkan pembentukan struktur di 178 kecamatan di Sulteng. Sehingga, pengurus dari 13 DPD, sudah siap seluruhnya di-SK-kan. Begitupula struktur kepengurusan DPRt sudah terbentuk 70%, sehingga DPDnya sudah siap menggelar Rakorda.
Setelah itu, lanjut ke target berikutnya yaitu sebagai pemenang Pemilu legislative 2029 di Sulteng, dan mendudukkan wakilnya sebagai pada posisi ketua DPRD di 13 kabupaten dan kota se-Sulteng, serta posisi tiga besar peraih kursi terbanyak di Senayan.
Target besar ini membutuhkan mesin partai yang lebih fresh melalui penyusunan team work yang dipimpin figure yang lebih energik. Sosok Syafiah Basir merupakan figure yang dianggap mampu mengawal tim work tersebut berdasarkan rekam jejak yang dimilikinya.
Pergeseran Pimpinan di PSI Sulteng: Membangun Tradisi, Menghilangkan Sekat
PSI sebagai partai yang relative baru, ingin membangun tradisi yang tak ada di partai lain. Tradisi yang dimaksud adalah ketua DPW yang lama melamar penggantinya yang dianggap memiliki potensi sebagaimana visi besar PSI. Tradisi ini penting untuk menghilangkan sekat dan perasaan canggung antara ketua periode sebelumnya dengan ketua yang baru.
Di PSI menurutnya, siapapun yang memimpin tak menjadi penghalang bagi kader untuk berkontribusi terhadap partai, demi target besar dan realistis. Pengalaman sebelumnya saat masih berkiprah di partai lain, target jadi pemenang di pemilu legislatif bisa tercapai dan bisa mengalahkan partai partai yang lebih dulu ada.
Untuk itu, PSI mencoba menguatkan formasi team work yang ada dengan merangkul figur potensial untuk menggerakkan mesin partai lebih laju lagi. Termasuk memberi amanah kepada figure potensial. “Ini ibaratnya menggabungkan banyak orang untuk sebuah tim impian,” kata Fery Anwar, salah seorang fungsionaris DPW PSI Sulteng saat tampil mendampingi Ketua DPW demisioner, Agus Lamakarate dan calon Ketua, Syafiah Basir.
Agus Lamakarete menambahkan, tradisi di PSI adalah melamar calon ketua yang dianggap bisa membawa partai lebih baik. “Jadi kami melamar Syafiah Basir karena kami mengetahui rekam jejaknya, pernah menjabat sebagai anggota DPRD Donggala, teruji secara politis, serta kerja kerja politiknya yang terbilang cepat, tanggap dan juga bisa melihat sesuatu dengan solusi yang terbaik,” ujar Agus Lamakarate.
Berdasarkan track recordnya, Agus Lamakarate optimistis Syafiah Basir bisa menjalankan amanah membesarkan PSI di Sulteng. Terlebih lagi, pengurus yang lama tetap berada dalam perahu besar PSI Sulteng dan siap bahu membahu untuk merampungkan sekaligus menyempurnakan struktur yang telah terbentuk, mulai dari tingkat DPW, DPD, DPC hingga ditingkat DPRt. (red)






