Palu, Teraskabar.id – Mengenang kembali tahun 2018 adalah merenungkan awal mula sebuah langkah besar. Kala itu, Ahmad Ali Center (ACC) Sulawesi Tengah (Sulteng) dihadirkan sebagai perpanjangan tangan Partai Nasdem—sebuah wadah yang didesain untuk meretas jalan menuju Pemilu Serentak 2019.Kini haluan perjuangan ACC berbalik arah seiring langkah politik Ahmad Ali sudah di luar Partai Nasdem. AAC Sulteng teguhkan komitmen sebagai wadah kemanusiaan untuk membantu anak negeri yang tergolong kesulitan dari sisi ekonomi.
“ACC bukan untuk tujuan politik, terlebih untuk menggembosi partai tertentu,” kata Ahmad Ali saat menyampaikan orasinya pada Deklarasi ACC Sulteng, Jumat (17/7/2026), di Ball Room Swiss Belt Hotel Palu.
Kehadiran ACC bukan dalam kapasitas menjadi saingan partai politik tertentu sebagaimana tudingan yang berseliwereng. Terlebih saat ini kata Ahmad Ali, posisi dirinya di DPP PSI sebagai ketua harian, tidak akan memposisikan ACC sebagai bagian perjuangan politik PSI. Namun sebagai wadah kemanusiaan untuk melayani masyarakat Sulteng secara berkesinambungan. Ahmad Ali memastikan bahwa kehadiran ACC akan bergerak di bidang sosial, seperti menyantuni siswa siswi yang memiliki potensi namun berlatar belakang ekonomi lemah.
Untuk meng-cover aspirasi hingga ditingkat akar rumput, ACC hadir di 13 kabupaten kota se-Sulawesi Tengah. Kerja kerja kemanusiaan ini juga harus mendapat dukungan kuat dari seluruh relawan. Ahmad Ali meminta, seluruh relawan menjadi mata dan telinga dalam perjuangan kemanusiaan ini. “Kepada seluruh teman teman (Relawan) kalian semua adalah mata dan telinga buat saya, perhatikan lingkungan sosial dan jadikan Ahmad Ali Center ini sebagai wadah yang berguna untuk orang lain,” pintanya sembari mengutip hadist Nabi Muhammad SAW “Sebaik baik manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain”.
AAC Sulteng Teguhkan Komitmen Beri Kebermanfaatan
Ahmad Ali yakin, ACC Sulteng yang menghimpun relawan dari berbagai elemen masyarakat dengan beragam latar belakang sosial, bisa memberi kebermanfaatan bagi masyarakat Sulteng. “Saya hanya mengkontribusikan diri saya melalui ACC untuk kesejahteraan masyarakat Sulteng,” ujarnya.
Selanjutnya, Ahmad Ali menitip amanah mulia ini kepada Fahruddin Yunus selaku ketua umum ACC Sulteng dan Hidayat Lamakarate sebagai ketua Yayasan ACC Sulteng, untuk mengawal perjuangan kemanusiaan demi kesejahteraan masyarakat Sulteng. “Nanti kita akan bentuk sebuah Yayasan yang Namanya Ahmad Ali Center yang bekerja di bidang sosial yang tugasnya di antaranya menghimpun anak anak yang punya kemampuan akademik tapi tidak mempunyai kempuan ekonomi,” ujarnya.
Niat tulus untuk terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Sulteng secara kolaboratif ini akan terus Ahmad Ali gaungkan. Tak ada kata lelah untuk berjuang menyejahterakan masyarakat. Karena pada prinsipnya semangat dari kerja kerja ini adalah menyalurkan amanah yang sedang dititipkan Sang Pencipta kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Sampai kapan dedikasi ini kan bermuara? Jawabnya ada pada batas akhir raga, saat napas tak lagi mampu mengeja cara untuk memeluk dan melayani bumi Sulawesi Tengah. (red)






