Senin, 12 Januari 2026

Anies Baswedan Resmi Diusung NasDem sebagai Capres Pemilu 2024

Anies Baswedan Resmi Diusung NasDem sebagai Capres Pemilu 2024
Anies Baswedan. Foto: Istimewa

Jakarta, Teraskabar.id– Anies Baswedan resmi diusung oleh Partai NasDem sebagai calon presiden (capres) Pemilu 2024 dalam deklarasi yang diumumkan secara langsung oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

“Inilah kenapa akhirnya NasDem melihat sosok Anies Rasyid Baswedan. Kami yakin pikiran-pikiran dalam perspektif baik makro mikro sejalan dengan apa yang kami yakini. Kami titipkan perjalanan bangsa ke depan insyaallah jika Anies terpilih nantinya pimpin bangsa jadi bangsa lebih bermartabat,” kata Paloh.

Baca juga: CSIS: Ganjar Berpotensi Ditampung Nasdem dan Golkar

Deklarasi ini dihadiri langsung oleh Anies. Gubernur DKI Jakarta ini tiba di NasDem Tower sekitar pukul 09.00 dengan setelan jas hitam, kemeja putih, dan dasi hitam.

Anies tak memberikan pernyataan apapun kepada awak media dan hanya mengacungkan jempol saat ditanya pandangannya terkait rencana Surya mendeklarasikan nama capres yang bakal diusung NasDem di Pilpres 2024 pada hari ini.

Deklarasi NasDem mengusung Anies sebagai capres otomatis menggugurkan dua bakal calon lain yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Baca jugaSulteng Rekomendasikan Anies Baswedan Salah Satu Capres di Rekernas Nasdem

NasDem tidak bisa sendirian mengusung Anies sebagai calon presiden di Pemilu 2024 karena terbentur syarat presidential treshold (ambang batas pencalonan presiden).

NasDem pada Pemilu 2019 hanya mendapat 59 kursi atau sekitar 9.05 persen dari total kursi DPR RI. Sementara aturan pemilu mensyaratkan partai yang mengusung capres dan cawapres harus memiliki paling sedikit 20 persen jumlah kursi di DPR atau 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu sebelumnya.

Untuk menyiasati aturan ambang batas presiden itu NasDem mewacanakan membangun koalisi dengan PKS dan Partai Demokrat.

Baca juga: Lahan Huntap Tondo II Tak Tuntas, Pembangunan Dipindahkan ke Pombewe Sigi

Sebagaimana diketahui, sebelum Partai Nasdem pimpinan Surya Paloh ini bakal mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres yang diusung dalam perhelatan Pilpres 2024. Jajaran pengurus Partai NasDem telah tiba di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat.

Sejumlah pengurus partai yang terlihat hadir di antaranya Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Prananda Paloh, Ahmad Sahroni, Taufik Basari, Saan Mustopa, Syahrul Yasin Limpo, Lestari Moerdijat, dan Rachmat Gobel. Anies juga telah hadir di acara tersebut.

Adapun banner acara deklarasi Capres hanya memuat foto Anies Baswedan. Foto Anies terletak di sebelah kanan tulisan yang menyebutkan “Deklarasi Calon Presiden Republik Indonesia Partai NasDem Pilpres 2024”.

Sebelumnya, NasDem telah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang menghasilkan 3 nama bakal Capres. Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Andika Perkasa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sedianya, agenda deklarasi Capres digelar pada 10 November 2022, sehari sebelum ulang tahun Partai NasDem. Namun, dugaan kriminalisasi KPK terhadap Anies Baswedan disebut-sebut membuat partai ini memajukan jadwal deklarasi. Anies menjadi salah satu pejabat yang diperiksa oleh KPK dalam pengusutan kasus Formula E.

Dalam laporan Koran Tempo bertajuk “Siasat Firli Menjerat Anies” edisi Sabtu, 1 Oktober 2022, sejumlah sumber Tempo mengungkapkan adanya upaya sistematis untuk menetapkan Anies sebagai tersangka dalam kasus Formula E. Ketua KPK, Firli Bahuri, disebut berkali-kali mendesak satuan tugas penyelidik agar menaikkan kasus Formula E ke tahap penyidikan, kendati masih minim bukti.

  Warga Dicatut sebagai Pendukung Bacalon DPD Bertambah di Sulteng

Upaya menetapkan Anies sebagai tersangka ini sedianya dilakukan sebelum parpol mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai calon presiden. Sebab, jika penyelidikan KPK digelar saat parpol sudah mengusung Anies, maka berpotensi membuat gaduh kondisi politik nasional dan hanya bisa dilanjutkan usai Pilpres 2024. (teraskabar)