Senin, 4 Mei 2026

Apel ASN Se-Kecamatan Bungku Barat, Bupati Morowali Tanamkan Semangat Membangun Kolaboratif

Apel ASN Se-Kecamatan Bungku Barat, Bupati Morowali Tanamkan Semangat Membangun Kolaboratif

Morowali, Teraskabar.id– Di tengah langit mendung yang menggantung dan gerimis yang menyapa bumi Bungku Barat dengan lembut, sebuah barisan tegak berdiri di halaman Kantor Camat. Jumat pagi (20/06/2025) itu, bukan hanya tentang apel umum rutin. Ia menjadi simbol kuat dari semangat sinergitas, sebuah narasi pembangunan yang tidak hanya berbicara dalam pidato, tetapi terasa dalam kedekatan dan kesungguhan.

Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, memimpin langsung kegiatan Apel Umum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aparatur desa se-Kecamatan Bungku Barat, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke seluruh wilayah Morowali. Ini adalah titik ketiga dari sepuluh kunjungan yang menyusuri daratan hingga kepulauan.

Dengan wajah teduh namun penuh ketegasan, Bupati Iksan menyampaikan pesan yang lebih dari sekadar arahan birokratis. Ia mengajak seluruh aparatur untuk menanamkan filosofi pembangunan yang kolaboratif bukan perintah dari atas ke bawah, tetapi suara bersama dari bawah ke atas.

“Kita ingin semua kebijakan daerah terkoneksi dari bawah ke atas. Kita tidak ingin pembangunan yang mengabaikan realitas desa,” ucapnya lantang namun penuh empati.

Dalam pidatonya, Bupati menyinggung isu-isu krusial yang sering menjadi keluhan masyarakat: akses pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang merata, kebutuhan akan infrastruktur dasar, hingga ketersediaan listrik dan air bersih. Tapi yang lebih menarik, ia tidak menyampaikannya sebagai daftar pekerjaan rumah pemerintah, melainkan sebagai ajakan untuk bergandengan tangan.

“Saya minta kepala desa jangan bekerja dalam senyap dan sendiri-sendiri. Himpun kebutuhan masyarakat, klasifikasikan, lalu sampaikan sebagai satu suara bersama camat,” pesan Bupati yang disambut anggukan serius dari para peserta apel.

Skema pembangunan lima tahun yang dirancang Iksan juga cukup berani: tuntas dalam tiga tahun pertama. Sebuah langkah yang menandai bahwa pembangunan tidak hanya soal mengejar proyek, tetapi tentang menyisakan ruang waktu untuk menjaga dan menumbuhkan hasilnya.

  Gelar Halal bi halal, PT Vale IGP Morowali Libatkan 13 Desa Pemberdayaan

“Kalau hanya membangun terus, kapan kita menikmati sejahtera?” tanyanya retoris, dengan senyum kecil yang menandakan renungan mendalam.

Tak hanya berpidato, Bupati juga turun langsung meninjau barisan, melakukan inspeksi sebagai simbol keterlibatan penuh dalam kesiapan aparatur. Ia bahkan memperkenalkan satu per satu pejabat daerah yang hadir, menghapus jarak antara masyarakat dengan para pemangku kebijakan.

Dalam sesi akhir yang sarat kehangatan, foto bersama menjadi penutup yang tak hanya formal, melainkan simbol kebersamaan dalam membangun Morowali, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara batin dan sosial.

Hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Drs. Yusman Mahbub, sejumlah asisten dan staf ahli, pimpinan OPD, Forkopimcam Bungku Barat, kepala desa, Ketua BPD, perwakilan DPRD, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (Ghaff/Teraskabar)