Selasa, 13 Januari 2026
Daerah  

Desa Modo I Buol Resmi Jadi Desa Moderasi Beragama, Ini Manfaatnya

Desa Modo I Buol Resmi Jadi Desa Moderasi Beragama, Ini Manfaatnya
Peresmian Desa Modo I sebagai DEsa Moderasi Beragama dihadiri sejumlah tokoh lintas agama, Rabu (22/6/2022). Foto: Istimewa

Buol, Teraskabar.id– Desa Modo I, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), resmi jadi Desa Moderasi Beragama.

Peresmian tersebut dilaksanakan oleh Bupati Buol, H. Amirudin Rauf didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Buol Nurkhairi dan sejumlah unsur Forkopimda, Rabu (22/6/2022), di Balai Pertemuan Umum Desa Modo I, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol.

Pembentukan hingga peresmian Desa Modo 1 sebagai Desa Moderasi Beragama ini diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol.

Baca juga : https://teraskabar.id/kakanwil-kemenag-sulteng-ada-salah-kaprah-memahami-moderasi-beragama/

Sebelum diresmikan, beberapa kegiatan telah mengawalinya,  di antara sosialisasi dan pembinaan tentang moderasi beragama kepada Pemerintah Desa Modo I, para tokoh agama dan tokoh masyarakat dan kegiatan panandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum Of Understanding/MoU).

Sebelum sambutan Bupati, diawali dengan pengukuhan Pengurus Desa Modo I, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol sebagai Desa Moderasi Beragama, periode 2022-2026.

Baca juga : https://teraskabar.id/prof-zaenal-abidin-ungkap-strategi-menggolkan-moderasi-beragama/

Masyarakat Modo begitu antusias menghadiri dan mengikuti prosesi peresmian. Kursi yang disiapkan oleh panitia tidak mencukupi, sehingga sebagian masyarakat yang hadir rela untuk berdiri dan mengikuti hingga akhir acara.

Selama rangkaian kegiatan berlangsung, terlihat banyak nuansa yang berbeda bila dibandingkan dengan kegiatan yang selama ini dilaksanakan di Kabupaten Buol. Hadirnya keindahan dalam keberagaman tampak secara jelas mulai dari penyambutan kehadiran Bupati dan rombongan hingga di penghujung acara.

Baca juga : https://teraskabar.id/hari-toleransi-internasional-menag-keragamaan-adalah-kekayaan/

Memasuki lokasi tempat kegiatan, Bupati dan rombongan disambut dengan tarian Toraja. Selanjutnya, kesenian rebana, hingga musik daerah Gong Bali. Di depan pintu masuk ruang kegiatan, berdiri berjajar menyambut rombongan Bupati sepasang muda-muda lengkap dengan pakaian adat Bali, Flores, Buol, Lombok, Jawa, dan Toraja. Dekorasi ruangan pun didominasi oleh kombinasi corak khas muatan lokal masyarakat Modo I.

Kepala Kantor Kementerian Agama Buol Nurkhairi menegaskan tujuan dibentuk dan diresmikannya Modo I sebagai Desa Moderasi Beragama.

  Satu Eksavator Diamankan di PETI Sungai Tabong Buol saat Operasi Penggerebekan

“Moderasi beragama bukan moderasi agama,” tekannya.

Baca juga : https://teraskabar.id/ketua-fkub-sulteng-konflik-beragama-karena-interaksi-komunikasi-yang-minim/

Menurutnya, ajaran semua agama sangat moderat sehingga tidak ada yang perlu dimoderasi. Mederasi dibutuhkan terkait dengan  cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama – yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum – berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

“Singkatnya, menjadikan masyarakat Desa Modo I memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi, toleran, anti kekerasan, dan ramah terhadap tradisi,” kata Nurkhairi.

Sebelum meresmikan, Bupati Buol, H. Amirudin Rauf, memberikan apresiasi dan sangat bahagia dengan terbentuknya Desa Modo I sebagai Desa Moderasi Beragama. Secara khusus, Bupati menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten.

Baca juga : https://teraskabar.id/bnpb-pusat-batal-hadir-bupati-tolitoli-akhirnya-ambil-alih-peresmian-jembatan-tinigi/

“Apa yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol merupakan kontribusi nyata membantu pemerintah daerah berkaitan dengan moderasi beragama,” kata Amirudin.

Selaku pimpinan daerah, ia berharap dengan diresmikannya Desa Modo I sebagai Desa Moderasi Beragama, nantinya akan semakin menguatkan komitmen kebersamaan dalam keragaman mewujudkan kedamaian, ketentraman, dan kesejahteraan di Desa Modo I pada khususnya.

“Jika desa Modo I diilustrasikan sebagai perahu, diharapkan masyarakat Modo I sebagai penumpangnya patuh terhadap aturan yang berlaku dan berkomitmen untuk bersama-sama mengawal sehingga perahu sampai di tujuan,” ujarnya.

Di akhir acara peresmian, Bupati bersama rombongan melakukan kunjungan ke tempat-tempat peribadatan yang ada di Desa Modo I. Dimulai dari mengunjungi Pura Jagad Werdi Ayu, kemudian menuju Gereja Pantekosta Elsapay, dilajutkan menuju Masjid Al-Istiqlal, dan berakhir di Gereja Katolik Santo Tomas. (teraskabar)