Morowali, Teraskabar.id – Tokoh sentral Laskar To Boengkoe, Asfar, memberikan apresiasi atas aksi demonstrasi damai yang digelar Aliansi Masyarakat Morowali pada Selasa (2/9/2025) di depan Gedung DPRD Kabupaten Morowali. Menurutnya, aksi tersebut memperlihatkan sikap kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Ketika di banyak daerah aksi demonstrasi justru berujung anarkis, masyarakat Morowali mampu menunjukkan wajah yang berbeda. Aksi ini berjalan damai, penuh dialog, serta bernuansa kekeluargaan,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Teraskabar, Rabu (3/9/2025).
Ia menegaskan bahwa demonstrasi yang berlangsung mencerminkan rasa cinta daerah sekaligus merepresentasikan karakter To Bungku yang cinta damai, menjunjung tinggi musyawarah, dan mengedepankan jalan kekeluargaan.
Dalam aksi yang berlangsung di depan kantor DPRD Kabupaten Morowaliitu, Aliansi Masyarakat Morowali menyuarakan 7 poin tuntutan nasional serta beberapa aspirasi daerah. Adapun tujuh poin tuntutan nasional tersebut adalah:
- Mengesahkan RUU Perampasan Aset, RUU Masyarakat Adat, dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
- Melaksanakan reformasi partai politik secara total.
- Merevisi kebijakan ketenagakerjaan dalam UU Cipta Kerja agar lebih berpihak pada buruh dan pekerja.
- Melaksanakan reformasi kepolisian secara menyeluruh.
- Menolak impunitas bagi pelaku pelanggaran HAM.
- Menolak revisi KUHAP yang dinilai mengancam demokrasi.
- Membebaskan massa aksi yang ditangkap di berbagai daerah tanpa syarat.
Aksi tersebut turut direspons langsung oleh pemerintah daerah. Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, bersama Wakil Bupati, Iriane Iliyas, serta pimpinan dan anggota DPRD Morowali hadir menemui massa aksi. Pertemuan itu menghasilkan kesepahaman bahwa pemerintah daerah bersama DPRD akan menindaklanjuti seluruh aspirasi dan tuntutan yang disampaikan massa aksi.
Asfar berharap semangat kedamaian yang diperlihatkan Aliansi Masyarakat Morowali dalam aksi tersebut bisa menjadi contoh positif bagi daerah lain, bahwa menyampaikan aspirasi tidak harus dengan cara anarkis, melainkan bisa ditempuh melalui sikap dewasa, damai, dan penuh tanggung jawab. (Ghaff/Teraskabar)






