Hamdin Ungkap Alasan Bergabung ke Perindo

Kepada media ini, Hamdin menuturkan alasannya sehingga lebih memilih meninggalkan Partai Nasdem dan bergabung ke Partai Perindo.
Menurutnya, setidaknya ada tiga poin yang menjadi alasannya sehingga hengkang dari Partai Nasdem.
Pertama, Hamdin merasa sudah tidak satu visi lagi dengan Nasdem sebagaimana cita-cita kolektif saat membangun partai tersebut.
Kedua, bagi Hamdin, Partai Nasdem sukses memimpin kader-kadernya saat berjuang, namun gagal memimpin saat berkuasa.
Baca juga : Mantan Anleg PAN Donggala, Kader PKS dan PDIP Bersamaan Gabung Perindo
Ketiga, kemenangan Nasdem Sulteng dalam penilaian Hamdin, tidak main-main di daerah ini. Pemenang pertama legislatif pada pemilu tahun 2019 dengan menempatkan Nilam Sari Lawira sebagai ketua DPRD Provinsi.
Begitupula di kabupaten kota juga sukses menempatkan kadernya duduk di kursi unsur pimpinan. Bahkan, ketua DPRD seperti di Kabupaten Parimo, Morowali, Tojo Unauna dan Banggai Kepulauan.
Baca juga : 260 Gerobak Didistribusikan Perindo di Sulteng Selama 2023
Bukan hanya itu, Nasdem juga sukses menempatkan kadernya sebagai gubernur, wakil gubernur dan sejumlah kepala daerah di tingkat kabupaten.
Sayangnya, kekuasaan itu bukannya dimaksimalkan untuk pencapaian visi partai dan berusaha memenuhi janji- janji politik sebelumnya, malah terkesan dijauhi bahkan dimusuhi.
Baca juga : Mantan Wakil Ketua Bidang Media Nasdem Sulteng Gabung ke Perindo
“Coba lihat baliho mereka yang terpasang saat ini. Tagelinenya apa? Membangun Sulteng Lebih baik. Kapan itu bisa diwujudkan? Terus, untuk apa keluasaan saat ini?,” tanyanya.
Ia menambahkan, masih banyak hal yang menjadi pertimbangan dirinya harus meninggalkan partai itu. “Tapi sudah lah, saya juga tidak mau terjebak pada alasan alasan subyektif,” ujar Hamdin yang juga tenaga ahli gubernur Sulteng.
Ia kemudian memilih bergabung di Partai Perindo dengan harapan partai ini bisa menjadi antitesa dari partai tempatnya mengabdi sebelumnya. (teraskabar)






