Morowali, Teraskabar.id – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, membuka secara resmi kegiatan penilaian lomba evaluasi desa dan kelurahan tingkat Kabupaten Morowali Tahun 2026 di Desa One Pute Jaya, Kecamatan Bungku Timur, Sabtu (23/05/2026). Dalam kegiatan tersebut, evaluasi desa One Pute Jaya menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena dinilai mampu memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Abdul Malik Hafid, bersama jajaran, Camat Bungku Timur, unsur Forkopimcam, para kepala desa, BPD, TP-PKK, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Iriane Iliyas mengapresiasi Pemerintah Desa One Pute Jaya bersama masyarakat yang menunjukkan semangat gotong royong dalam menyukseskan pelaksanaan lomba desa tersebut. Menurut dia, kekompakan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan desa yang maju dan mandiri.
Selain itu, Wabup Morowali menegaskan bahwa kegiatan evaluasi desa tidak hanya berfokus pada aspek administratif semata. Ia menilai proses penilaian tersebut juga mampu menjadi sarana pembinaan bagi pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kegiatan evaluasi desa bukan hanya ajang penilaian, tetapi juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan pelayanan publik, inovasi desa, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali dalam mendorong pembangunan desa berbasis pelayanan publik. Karena itu, pemerintah daerah terus mengarahkan desa-desa agar mampu menghadirkan inovasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Penilaian Evaluasi Desa One Pute Jaya, Wabup Morowali Soroti Pelayanan Publik dan Pemberdayaan Masyarakat
Tidak hanya itu, Iriane Iliyas juga berharap masyarakat Desa One Pute Jaya terus menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat solidaritas sosial. Terlebih lagi, desa tersebut berada di kawasan lingkar perusahaan yang membutuhkan dukungan lingkungan bersih dan masyarakat yang harmonis.
Menurutnya, lingkungan yang tertata baik akan menciptakan kenyamanan sekaligus meningkatkan citra desa di mata masyarakat luas. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Abdul Malik Hafid menyampaikan bahwa program kebersihan yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu di Desa One Pute Jaya merupakan gerakan positif yang patut dicontoh desa lain di Kabupaten Morowali. Bahkan, ia menilai kegiatan tersebut mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.
Lebih lanjut, Abdul Malik Hafid menjelaskan bahwa tim penilai melibatkan berbagai unsur perangkat daerah dan organisasi terkait. Tim tersebut terdiri atas Bappeda, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pendidikan, bidang pemerintahan desa, P2KB, TP-PKK hingga Pokja 1, Pokja 2, Pokja 3, dan Pokja 4.
Di sisi lain, keterlibatan lintas sektor dalam evaluasi desa One Pute Jaya menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan sistem penilaian yang objektif dan menyeluruh. Dengan demikian, setiap desa tidak hanya berlomba menampilkan administrasi terbaik, tetapi juga menghadirkan inovasi pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Selanjutnya, pemerintah daerah berharap evaluasi desa One Pute Jaya mampu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Morowali juga ingin memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan. Karena itulah, evaluasi desa One Pute Jaya diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama dalam mendorong kemajuan desa di seluruh wilayah Morowali. (G)






