Senin, 4 Mei 2026

Gempa Guncang Pendolo Poso, Robohkan Pagar Beton, Tiap 5 Menit Masih Terjadi Guncangan

Gempa Guncang Pendolo Poso, Robohkan Pagar Beton, Tiap 5 Menit Masih Terjadi Guncangan
Pagar beton di sepanjang jalan Trans Sulawesi di kota Pendolo, roboh terdampak gempa tektonik magnetudo 6.0, Kamis malam (24/7/2025). Foto: Istimewa

Poso, Teraskabar. id– Gempa tektonik magnetudo 6.0 yang mengguncang  Kota Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan,  yang berjarak sekitar 10 Kilometer dari pusat gempa di Kecamatan Pamona Tenggara, sempat merobohkan sejumlah pagar beton warga yang berada di jalur trans Sulawesi.

Menurut keterangan warga, saat terjadi gempa bumi masyarakat berhamburan keluar rumah karena takut tertimpa reruntuhan bangunan.

“Saat gempa kami berhamburan keluar rumah pak, takut bangunan roboh. Sejumlah pagar beton kami roboh dan belum ditahu kerusakan lain. Waktu gempa, listrik padam dan terjadi gangguan signal handphone. Setiap 5 menit saat ini kami masih merasakan guncangan kecil pak, ” Sebut ibu Iin Riri, warga kota Pendolo kepada Teraskabar.

Sementara dari laporan warga di kota Tentena menyebutkan bahwa para pasien di Rumah Sakit GKST Sinar Kasih Tentenaberhamburan keluar rumah sakit, untuk mencari tempat yang aman.

Kondisi serupa menimpa para pasien Puskesmas Pendolo berhamburan ke luar mencari perlindungan ketika gempa tektonik mengguncang wilayah barat daya  Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (24/7/2025) pukul  21.06.59 Wita.

Dalam video berdurasi 19 detik, terlihat pasien para pasien dibantu keluarganya berlarian ke luar. Selang infus terlihat masih melengket di lengan para pasien ketika berlarian ke luar dari ruangan puskesmas.

Informasi dari lokasi gempa, kerusakan terparah berada di Desa  Tokilo, di Kecamatan Pamona Tenggara dan Desa Dulumai di Kecamatan Pamona Puselemba.

Saat ini warga di kedua desa tersebut mengungsi untuk mencari tempat yang aman dari gempa susulan.

Suasana di kota Poso saat ini warga masih ada yang berdiam diri di luar rumah karena takut terjadi gempa susulan.

Sebagaimana diketahui, herdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan Magnitudo 6.0.

Episenter gempabumi katanya, terletak pada koordinat 2.03 Lintang Selatan – 120.70 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat, 70 kilometer arah baratdaya Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 kilometer.

  Sertijab Kapolres Poso,  Arthur Sameaputty Resmi Gantikan Riski Fara Shandi

BMKG mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas  Sesar Malei.

Berdasarkan laporan masyarakat lanjutnya, gempabumi ini dirasakan di daerah Poso, Morowali Utara, Palu, Mamuju, Luwuk Timur dengan skala intensitas III-IV MMI. Dan di daerah Parigi dengan skala intensitas II MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. (deddy/teraskabar)