Kamis, 13 Agustus 2026

Harapan Jaya Morowali Catat Nol Kasus Stunting, Kades Muryanto Apresiasi Kerja Keras PKK dan Kader Kesehatan

Suasana kegiatan Rembuk Stunting di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bumi Raya, Kamis (13/8/2026). Foto: Dok-Pemdes Harja.
Suasana kegiatan Rembuk Stunting di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bumi Raya, Kamis (13/8/2026). Foto: Dok-Pemdes Harja.

Morowali, Teraskabar.id – Desa Harapan Jaya Morowali catat keberhasilan penting dalam program percepatan penurunan stunting setelah mampu menekan angka kasus hingga mencapai nol pada tahun ini.

Capaian tersebut menandai perubahan besar dalam upaya kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Sebelumnya, lebih dari tiga anak tercatat mengalami stunting. Kemudian, angka itu terus turun hingga tersisa satu kasus pada 2025.

Kini, pemerintah desa bersama masyarakat berhasil mencapai nol kasus stunting. Keberhasilan itu menjadi hasil dari kerja bersama berbagai unsur.

Pemerintah desa, kader kesehatan, TP PKK, Puskesmas, serta masyarakat memainkan peran penting dalam menjaga pertumbuhan anak.

Momentum tersebut disampaikan dalam kegiatan Rembuk Stunting Desa Harapan Jaya, yang berlangsung di Kantor Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bumi Raya, Kamis (13/8/2026).

Forum itu tidak hanya membahas capaian. Namun, kegiatan tersebut juga menjadi ruang evaluasi untuk memastikan keberhasilan tetap bertahan.

Harapan Jaya Morowali Catat Penurunan Stunting, Kolaborasi Desa Menjadi Fondasi Pencegahan

Rapat Rembuk Stunting dipimpin Ketua BPD Harapan Jaya, Karwoko. Pertemuan tersebut menghadirkan berbagai pihak yang memiliki peran dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Peserta terdiri atas perwakilan Pemerintah Kecamatan Bumi Raya, Kepala Puskesmas Bahonsuai, Babinkamtibmas, perangkat desa, Ketua TP PKK bersama anggota, kader kesehatan, guru PAUD/TK/SD, tokoh masyarakat, serta kelompok sasaran.

Kehadiran lintas sektor menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan bersama. Sebab, persoalan gizi anak tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan.

Faktor pendidikan keluarga, pola asuh, akses Posyandu, hingga kondisi sosial masyarakat juga memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak.

Kepala Desa Harapan Jaya, Muryanto, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan tersebut.

Ia secara khusus menyoroti kontribusi TP PKK dan kader kesehatan yang selama ini aktif mendampingi masyarakat.

  Bahonala Nata De Coco Morowali, Produk UMKM Laroue untuk Indonesia

Alhamdulillah, angka stunting di Desa Harapan Jaya terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Ini merupakan hasil kerja bersama, terutama kerja keras PKK dan kader kesehatan yang selama ini aktif melakukan pendampingan, pemantauan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.” ucap Muryanto.

Nol Stunting Bukan Akhir dari Perjuangan

Muryanto menilai pencapaian nol kasus harus menjadi awal dari komitmen baru. Menurutnya, pemerintah desa bersama seluruh unsur terkait tetap harus menjaga kualitas program pencegahan.

Capaian nol stunting ini harus kita syukuri, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk terus melakukan pencegahan. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan Puskesmas, kader, PKK, dan masyarakat agar anak-anak di Desa Harapan Jaya dapat tumbuh sehat dan berkualitas.” ujarnya.

Dalam pembahasan rembuk, peserta mengidentifikasi sejumlah faktor risiko yang dapat memicu stunting.

Faktor tersebut meliputi kehamilan berisiko tinggi akibat usia maupun jarak kehamilan. Selain itu, peserta juga membahas persoalan gizi akibat pola asuh keluarga.

Faktor genetik, penyakit bawaan sejak lahir, serta rendahnya keaktifan sebagian masyarakat membawa anak ke Posyandu juga menjadi perhatian.

Karena itu, pemerintah desa bersama peserta menyusun sejumlah langkah lanjutan. Program tersebut mencakup penguatan pendampingan Posyandu.

Selain itu, pemerintah desa juga mendorong pengadaan laptop untuk mendukung tugas Kader Pembangunan Manusia (KPM).

Penyediaan alat pengukur lingkar perut dan rehabilitasi Poskesdes turut masuk dalam agenda penguatan layanan.

Harapan Jaya Morowali Catat Nol Kasus Stunting, Menjaga Capaian Melalui Dukungan Berkelanjutan

Harapan Jaya Morowali catat capaian kesehatan masyarakat yang menunjukkan efektivitas kolaborasi berbasis desa.

Namun, pemerintah desa memahami bahwa mempertahankan angka nol kasus membutuhkan kerja berkelanjutan.

Pencegahan harus tetap berjalan melalui pemantauan rutin. Kemudian, edukasi keluarga juga harus terus diperkuat.

  Maxim Beri Kado Spesial ke Pengemudi Perempuan di Bahodopi Morowali

Dengan pendekatan tersebut, Desa Harapan Jaya ingin memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat.

Muryanto berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga semangat kolaborasi. Ia ingin keberhasilan tersebut menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pencegahan stunting berbasis masyarakat.

Keberhasilan ini adalah milik kita bersama. Pemerintah desa akan terus mendukung setiap langkah yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.” tegasnya.

Pada akhirnya, Harapan Jaya Morowali catat perubahan bukan hanya melalui angka statistik. Capaian tersebut menggambarkan bagaimana keterlibatan masyarakat mampu mengubah tantangan kesehatan menjadi keberhasilan bersama. (G).