Pengukuran indikator dan variabel indikator moderasi beragama terhadap Mahasiswa UIN Datokarama berdasarkan hasil survey LPPM UIN Palu menunjukkan, Komitmen Kebangsaan Kategori Tinggi,Toleransi kategori Tinggi,Anti Kekerasan kategori Netral, sertaPenghargaan Budaya Lokal kategori Tinggi.
Hal menarik dalam penyajian hasil survei, tingkat kerentanan pada unsur empati yang memfluktuasi nilai toleransi dan intoleransi, menunjukkan secara sumber daya, UIN Datokarama Palu masih perlu memaksimalkan atau mengoptimalkan sebagai PTKIN yang menjadi agen moderasi beragama.
Hal ini berpotensi bisa tumbuhnya gejala ektrimisme dan radikalisme , sehingga membutuhkan strategi operasionalisasi moderasi beragama yang terstruktur dan berkesinambungan.
Moderasi Beragama sebagai sebuah konsep tampaknya telah diterima, diakui dan dirasakan kebutuhannya oleh UIN Datokarama Palu.
Baca juga: Rektor UIN Datokarama Pesan Generasi Muda Harus Dilindungi dari Radikalisme
Namun secara operasional dan praktikal, masih jauh dalam pemahaman dan sikap moderasi beragama .
Sahran Raden menambahkan, walau dari segi kebijakan terbilang baru, sudah ada usaha UIN Datokarama Palu dalam mempromosikan moderasi beragama dalam hal pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, budaya organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, KKN Tematik dan Moderasi Beragama.
Meski begitu, tetap diperlukan panduan/modul pedoman dalam menjamin keberlanjutan dan promosi moderasi beragama disertai dengan kegiatan monitoring dan evaluasi yang terstruktur dalam mainstreamingmoderasi beragama di UIN Datokarama Palu. Adanya pengintegrasian rumusan Renstra Institusi UIN Datokarama Pau dengan Peta Jalan moderasi beragama
Selain itu, perlunya penguatan struktur kelembagaaan Moderasi Beragama agar lebih leluasa dalam mengatur kegiatan dan anggaran untuk memastikan promosi moderasi beragama di UIN Datokarama Palu berjalan secara efektif.
Dalam penyajian hasil survei, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Hamlan, M.Ag., dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Faisal Attamimi, S.Ag., M.Fil.I, sebagai pembanding. (red/teraskabar)






