Sabtu, 25 April 2026

Hujan Deras Tak Halangi Khidmat Upacara HUT Ke-80 RI di Morowali

Hujan Deras Tak Halangi Khidmat Upacara HUT Ke-80 RI di Morowali
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat menjadi Inspektur Upacara HUT RI ke-80 di Alun-Alun Rujab Bupati, Bungku Minggu (17/8) dengan latar Paskibraka. Foto kolase: IKP

Morowali, Teraskabar.id– Semangat kemerdekaan tak surut meski langit Bungku diguyur hujan deras. Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali tetap menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Ahad (17/8/2025).

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Upacara turut dihadiri Wakil Bupati, Iriane Iliyas, Ketua TP PKK, Ny. Darmayanti Iksan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Drs. Yusman Mahbub, M.Si, para pimpinan OPD, serta jajaran pemerintah daerah.

Suasana semakin khidmat dengan barisan peserta upacara yang terdiri dari TNI, Polri, ASN, Satpol-PP, serta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang beranggotakan 48 pelajar terbaik dari 10 kecamatan di Morowali. Sebulan penuh mereka ditempa disiplin untuk menjalankan tugas bersejarah tersebut.

Meskipun diguyur hujan, seluruh peserta dan undangan tetap berdiri tegak hingga Sang Saka Merah Putih berkibar gagah di langit Morowali. Momentum ini menjadi simbol bahwa semangat perjuangan tidak mudah luntur, bahkan dalam situasi sulit sekalipun.

Tahun ini, HUT RI ke-80 mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Tema ini mengingatkan pentingnya persatuan bangsa dalam menghadapi tantangan global, menjaga kedaulatan negara, dan memastikan kesejahteraan rakyat sebagai pondasi menuju Indonesia yang lebih maju.

Bupati Morowali dalam amanatnya menekankan bahwa pengibaran bendera tidak hanya ritual seremonial, melainkan juga pengingat akan tanggung jawab generasi penerus bangsa. “Kita semua dituntut untuk menjaga NKRI, berprestasi, serta membuka potensi diri demi kemajuan bersama,” tegasnya.

Usai pengibaran bendera, suasana upacara ditutup dengan lantunan lagu-lagu perjuangan oleh Gita Bahana Nusantara Sulawesi Tengah, yang kian menguatkan rasa nasionalisme seluruh hadirin. (Ghaff/Teraskabar/IKP)

  Wabup Parigi Moutong Usir Wartawan Liput Rapat Tambang Ilegal