Morowali, Teraskabar.id – Ketua Laskar Merah Putih Kabupaten Morowali, Irwan Budiawan mengomentari perkara dugaan penggelapan dana tali asih yang dilaporkan masyarakat Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat.
“Orang yang diduga gelapkan dana tali asih masyarakat, dipastikan tidak punya hati,” kata Irwan melalui keterangan tertulis yang diterima media ini.
Ia menegaskan, jika publik dan rakyat Morowali tidak ingin institusi Kepolisian khususnya Polres Morowali, menjadi rumah bagi para terduga pelaku untuk berlindung dan menyamarkan, serta jadi tempat laundry kejahatan mereka berupa, kolusi antara penegak hukum dan oknum yang memiliki kekuasaan sehingga, menjadi sorotan publik dan aktivis.
“Untuk menjaga Polres Morowali tidak jadi tempat rahasia persekongkolan serta membersihkan noda kejahatan bagi oknum elit politik, penguasa dan APH. Dalam waktu dekat kita akan ramai-ramai memasang tenda protes di halaman kantor Polisi, sampai ada penetapan tersangka,” tegas Irwan.
Kasat Reskrim Polres Morowali, Iptu Erick Wijaya dihubungi terpisah melalui pesan WhatsApp, terkait perkembangan penanganan kasus dugaan penggelapan dana tali asih di Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat.
“Sudah delapan orang diminta keterangan yah pak, mohon waktu penyidiknya masih cuti wisuda sebentar,” kata Erick, Rabu (6/5/2026).
Ia jmenambahkan, pihaknya tengah fokus melakukan pemeriksaan kepada 10 orang panitia yang mengatur dana tali asih, termasuk Kepala Desa Topogaro ikut diperiksa. Sedangkan pihak perusahaan belum ada yang diperiksa
“Kepala desa sudah pak, perusahaan belum. Kami masih fokus ke panitia 10 dulu pak,” jawab Erik. (erny)







