Keluarga Korban Pendemo yang Tewas di Parimo: Polisi Jangan Menutupi Kejadian Sebenarnya

Erfina, kakak korban meyampaikan harapannya di hadapan anggota Komisi III DPR RI yang melakukan kunjungan spesifik di Pantai Mosing, Desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan, Parimo, Kamis (17/2/2022). Foto: Tangkapan layar

Parimo, Teraskabar.id – Erfina E Lahado (27), kakak kandung Erfaldi alias Aldi, korban tewas saat unjuk rasa penolakan tambang Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, mendesak aparat kepolisian untuk transparan dalam mengusut kasus tertembaknya Aldi.

“Di sini saya menyampaikan harapan mewakili keluarga dan saya tidak perlu banyak bicara dan lebih menyampaikan harapan keluarga kepada pihak kepolisian agar segera mengusut kasus ini secepatnya,” kata Erfina E Lahado (27)  saat menghadiri rapat bersama komisi III DPR RI di Pantai Mosing, Desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (17/2/2022).

Ia juga meminta kepada pemerintah dan  aparat kepolisian untuk selalu bersikap transparan kepada para awak media, dan jangan ada yang ditutup-tutupi.

“Polisi jangan menutup-nutupi kejadian sebenarnya,” kata Erfina didampingi ibu dan ayah korban Aldi.

Erfina juga sempat mengungkap keberadaan korban di lokasi karena diajak oleh sesama temannya menyaksikan aksi unjuk rasa kala itu.

“Dia (Aldi) diajak untuk hadir di lokasi aksi unjuk rasa sekitar pukul 21.00 WITA,” kata Erfina menjawab pertanyaan Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Parigi Moutong, Pangeran Khairul Saleh.

Erfina mengakui, Aldi juga sempat melakukan siaran langsung aksi unjuk rasa melalui media sosial Facebook. Ia juga sempat menghubungi Aldi melalui pesan whatsapp agar segera kembali ke rumah.

“Pukul 23.00 WITA, saya  WA dia dan sempat dibalas, tunggu dulu, saya selesaikan dulu,” ujar Erfina. (teraskabar)

  Golkar dan PAN Berpeluang Koalisi Mengusung Erwin Burase di Pilbup Parimo 2024
Terkait