Morut,Teraskabar.id – Dalam rangka mewujudkan kepedulian sosial dan memperkuat sinergi dengan masyarakat, Komando Distrik Militer (Kodim) 1311 Morowali berencana membangun sebuah panti asuhan bagi anak-anak yatim piatu yang ada di Kabupaten Morowali Utara. Selain itu, Kodim 1311 Morowali siap dilibatkan bantu petani atasi kelangkaan pupuk.
Rencana strategis tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) Morowali, Letkol Inf. Boyke Baja Imanuel Sirait, saat Silaturahmi bersama insan Jurnalis Kabupaten Morowali Utara, Kamis (27/8/2026), di salah satu Cafe & Resto di Kota Kolonodale.
Dalam keterangannya, Dandim menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada dalam kondisi kesulitan.
Ia mengatakan pembangunan panti asuhan ini bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan sebuah komitmen moral Tentara untuk memastikan anak-anak yatim piatu mendapatkan tempat tinggal yang layak, pendidikan, dan kasih sayang. “Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Menurut rencana, panti asuhan tersebut akan dibangun di atas lahan yang berlokasi strategis di Morowali Utara. Bangunan ini akan dilengkapi dengan asrama putra-putri, ruang belajar, perpustakaan mini, serta area bermain. Kodim juga akan menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengusaha lokal, dan relawan, untuk memastikan operasional panti berjalan baik.
“Kami akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dalam hal ini pak Bupati untuk mewujudkan rencana ini,” ujarnya.
Kodim juga membuka pintu bagi masyarakat luas yang ingin turut berpartisipasi, baik melalui donasi material bangunan maupun dana sosial, dengan tetap berkoordinasi melalui mekanisme resmi yang berlaku. Dengan program ini, Kodim Morowali berharap dapat semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih peduli dan tangguh.
Selain program peningkatan kualitas anak-anak kurang mampu, Kodim juga menunjukkan komitmen nyata TNI Angkatan Darat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kodim setempat akan turun tangan membantu para petani yang selama ini mengeluhkan kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi, sekaligus merespons kebutuhan mendesak akan pembangunan dan perbaikan saluran irigasi di wilayah binaannya.
Dalam kegiatan Silaturahmi itu Dandim mendengarkan langsung keluhan seorang wartawan terkait alokasi pupuk yang sulit di dapat dan sering terlambat, harga di tingkat pengecer yang tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), serta sistem distribusi yang dinilai belum merata.
Menanggapi hal itu, Dandim menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi intensif dengan Dinas Pertanian, distributor resmi, dan Babinsa di setiap desa untuk memastikan pupuk sampai ke tangan petani yang berhak.
“Saya punya koneksi bagus dengan pihak Kementrian Pertanian, saya akan berupaya untuk membantu. Sebab sektor pertanian ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” jelasnya.
Selain persoalan pupuk, Dandim juga merespons cepat usulan terkait pembangunan dan normalisasi saluran irigasi yang selama ini menjadi kendala utama pengairan sawah, terutama saat musim tanam tiba di tiga Desa di Kecamatan Lembo yaitu Desa Uluanso, Mora dan Desa Tingkea’o.
Ia akan mengerahkan anggota jajarannya untuk melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi persawahan yang hingga kini belum teraliri air irigasi. Langkah ini diambil setelah menerima laporan tersebut mengenai masih adanya lahan pertanian yang kekeringan.
Dandim menegaskan bahwa pengecekan lapangan ini bertujuan untuk memetakan titik-titik sawah yang paling terdampak, sekaligus mencari tahu penyebab tersendatnya aliran air, baik karena saluran irigasi yang rusak, pendangkalan, maupun persoalan pintu air agar mendapatkan perbaikan untuk memudahkan para petani menanam padi. (erny)







