Rabu, 9 September 2026
Ekbis, Home  

Konstruksi Tambang IGP Sorlim Capai 50% di Kuartal II 2026

Konstruksi Tambang IGP Sorlim Capai 50% di Kuartal II 2026
Progres pertambangan IGP Sorlim. Foto: Kolase

Sorowako, Teraskabar.id – Progres pertumbuhan Indonesia Growth Project (IGP) Sorowako Limonite (Sorlim) terus menunjukkan kemajuan positif di kuartal kedua tahun 2026. Hingga saat ini, progress konstruksi tambang IGP Sorlim di angka 50% per 31 Juni 2026.

Sepanjang kuartal II, aktivitas lapangan berjalan secara aktif dan terintegrasi. Berbagai aktivitas konstruksi, persiapan area, pengembangan fasilitas, dan penguatan infrastruktur operasional terus berjalan dengan mengedepankan keselamatan, kualitas, dan kolaborasi.

Pada area konstruksi, progress terus berjalan sesuai rencana. Mencakup pembangunan transfer poin, sediment pond Nayoko, pengelolaan stockpile management, mine equipment maintanance workshop extension, mine office extension, training building, clinic serta FES.

Untuk mendukung operasional yang lebih optimal, beberapa pembangunan milestone strategis telah berhasil dicapai pada periode ini. Meliputi inagurasi compound construction office dan collaborative area. Commisioning Sediment Pond transfer point, dan commissioning water gate nickel Hill 1 sebagai bagian dari penguatan infrastruktur operasional proyek.

Capaian tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan program kerja yang terarah dan berkelanjutan.

“Seluruh tim di lapangan bekerja dengan disiplin dan profesionalisme yang tinggi dan memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai standar operasional perusahaan dan target yang telah ditetapkam, dan lebih lebih dari sekadar memenuhi prosedur,” ujar Muh. Asril, Chief Project Officer PT Vale.  

Semangat kebersamaan dan kepedulian dan hasil nyata bagi masyarakat menjadi landasan kerja tim. Sehingga setiap langkah proyek tidak hanya mencerminkan kualitas perusahaan tetapi juga kontribusi positif bagi lingkungan dan komunitas.

Konstruksi Tambang IGP Sorlim, Kolaborasi dan Produktivitas Tim di Lapangan

Selain itu terdapat beberapa fasilitas lain, seperti klinik dan FES, serta Training Building untuk mendukung operasional tambang. Saat ini juga dibangunan fasilitas baru yang berfungsi untuk meningkatakan fasilitas peralatan dan efisiensi kerja antara lain, Main Office Extensuon (MOE), MEM Workshop Extebnsion.

  Beasiswa Berani Cerdas Jangkau 23.569 Penerima, Total Anggaran Lebih Rp84 Miliar

“Kami mengedepankan aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sebagai proritas utama dalam proyekini. Program dan kegiatan yang dijalankan mencakup, Bulan K3 sebagai komitmen dalam keselamatan kerja, tes alkhol untuk memastikan keselamatan dan kesehatan karyawan. Kamis Rumpi sebagai forum edukasi seputar kesehatan, emergency Drill untuk kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat,” kata Asril.

PT Vale juga menjalankan inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan, yaitu kebun nanas Pondata sebagai pendukung ekonomi lokal sekaligus memperkuat akses jalan dengan memanfaatkan slag. TP3SIR sebagai pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan.

Dengan capaian kuartal kedua, IGP Sorlim terus melangkah maju memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dan memberi kontribusi nyata bagi masa depan yang lebih baik.

Progres Signifikan

Bila membandingkan progress pembangunan IGP Sorlim di kuartal pertama tahun 2026, terjadi kenaikan signifikan.  Di kuartal pertama, progres konstruksi tambang telah mencapai 43% per 31 Maret 2026. Capaian ini mencerminkan komitmen nyata dalam menjalankan program kerja yang terarah dan berkelanjutan.

“Seluruh tim di lapangan bekerja dengan disiplin dan profesionalisme yang tinggi dan memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai standar operasional perusahaan dan target yang telah ditetapkam,” kata Suharpiyu Wijaya, Head of Sorlim.

Pembangunan infrastruktur utama, fasilitas pendukung, serta pengembangan fasilitas perasional terus berlangsung dengan fokus pembangunan infrastruktur inti meliputi Transfer Poin, Sedimen Pond Nayoko. Fasilitas pendukung telah dibangunan termasuk konstruksion office, collabborative area yang telah diresmikan sebagai are multi fungsi untuk mendukung komunikasi, kolaborasi dan produktivitas tim di lapangan.

Fasilitas pendukung lainnya yang juga telah telah dibangunan di antaranya construksion office, collabborative area yang telah diresmikan sebagai are multi fungsi untuk mendukung komunikasi.

  PT Vale Dukung Kawasan Wisata Jadi Sumber Ekonomi

Sementara itu, dikutip dari Laporan Sustanability 2025, pembangunan proyek penambangan IGP Sorlim di akhir tahun 2025 telah mencapai 37% dan memperlihatkan beberapa kemajuan signifikan, di antaranya telah komisioning stockpile Laila 1, stockpile Hasan Koro 3, dan stockpile Nickel Hill (NCH1). Fasilitas ini dapat menjadi tonggak penting dalam memastikan material dapat ditangani secara optimal dan menghadirkan kapasitas tambahan bagi proses penyimpanan bijih nikel. Selain itu, Laboratorium MRAL juga telah melalui proses komisioning.

Dengan hadirnya fasilitas ini analisis kualitas material dapat dilakukan lebih cepat, akurat dan terintegrasi. Sementara fasilitas lain yang sedang dalam proses konstruksi seperti pembangunan ekspansi kantor mine dan fasilitas perbengkelan untuk menunjang operasional pertambangan dan pemeliharaan aset.

Sebagai bentuk dukungan pada pelestarian lingkungan, beberapa pengerjaan konstruksi menggunakan material dari limbah, Beberapa inisiatif sebagai bentuk dukungan pada pelestarian lingkungan di antaranya penggunaan slag dari limbah operasi untuk pengecoran beton dan material pondasi, pemakaian peralatan komposter untuk mengurangi timbulan limbah domestik, serta penanaman mangrove di pesisir pantai Malili.

Perkembangan proyek HPAL IGP Sorlim tahun 2025 oleh PT Huali Nickel Indonesia (HLNI) saat ini konstruksi sudah mencapai 17%. Progres pekerjaan terus berlanjut, di antaranya fabrikasi autoclaves, pembebasan lahan FPP seluas 45,3 ha, penyelesaian HLNI’s Material Storage Yard di Pelabuhan Waru Waru dan Enggano, serta evaluasi rute pipa slurry di wilayah pertambangan. Proyek HPAL IGP Sorlim ditargetkan mulai berproduksi di tahun 2027.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap komunitas, proyek HPAL IGP Sorlim melakukan penyerapan tenaga kerja lokal sebagai pekerja dan memfasilitasi peningkatan kompetensi masyarakat melalui program kerja sama dengan pemerintah dan Universitas Hasanuddin. (red)