Selasa, 13 Januari 2026
News  

Kualitas Tenaga Pendidik Anak Usia Dini, Begini Kata Kadis Pendidikan Sulteng

Kualitas Tenaga Pendidik Anak Usia Dini, Begini Kata Kadis Pendidikan Sulteng

Pada kesempatan itu, Kadis Pendidikan Provinsi juga menjelaskan bahwa kehadiran Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI), seyogyanya dapat memberikan harapan dan perhatian yang besar untuk anak-anak yang berada di pelosok, dalam mengenyam pendidikan anak usia dini, yang relatif murah serta terjangkau secara finansial.

Baca jugaKini SMA/SMK Gratis, Pemprov Sulteng Kucurkan Rp70 Miliar Pengganti Pungutan Sekolah

Melalui kemitraan yang telah dibangun bersama oleh seluruh pemangku kepentingan, lembaga pendidikan terkait utamanya Dinas Pendidikan demikian juga dengan Lembaga sosial terutama dengan Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga  yang memiliki misi sosial dengan kelembagaan yang menjangkau sampai ke lapisan masyarakat terendah.

“Diharapkan dapat menghasilkan beberapa terobosan dan solusi cerdas terhadap pelaksanaan pendidikan anak usia dini, terutama wilayah pelosok pedesaan dalam rangka mempercepat realisasi penciptaan dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” kata Yudiawati dalam sambutannya.

Baca jugaGubernur Sulteng Imbau, Awal Januari 2022 Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Selanjutnya, Kadis Pendidikan Provinsi menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada GOPTKI. Ia berharap, dalam menjalankan perannya sebagai penyelenggara pendidikan anak usia dini dapat melahirkan generasi bangsa yang berkualitas dan bermartabat yang memiliki kepribadian serta jati diri.

Terakhir, Yudiawati Vidiana menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya Konferda V GOPTKI dan seluruh peserta.

“Selamat mengikuti Konferda GOPTKI semoga menghasilkan keputusan- keputusan efektif yang dapat meningkatkan pelayanan Pendidikan anak usia dini demi terciptanya generasi emas,” ujarnya. (teraskabar)

 

  Ketua Nasdem Sulteng Angkat Bicara Soal Dugaan Jual Beli Jabatan