Masjid Megah akan Dibangun di Huntap I Tondo Palu

Palu, Teraskabar.id-  Masjid megah akan dibangun di Huntap I Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Masjid yang berlokasi di areal permukiman Hunian Tetap (Huntap) I yang dihuni sekitar 1600 kepala keluarga eks korban bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi 2018 itu akan diberi nama Masjid Jami.   

” Kami berencana membangun Mesjid Jami di kompleks Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako,” kata Ketua Umum  Pembangunan Mesjid Jami,  Prof. Dr. H Tahril, MSi, MPdi, MP, Sabtu (26/3/2022).

Baca juga: Wagub Sulteng Meninjau Huntap Persiapan Kunker Wapres Ma’ruf Amin

Baca juga:Gubernur Sulteng Ajukan Perpanjangan Rehab Rekon hingga 2024

Masjid megah akan dibangun di Huntap I Tondo Palu yang menelan anggaran sekitar Rp 14 miliar tersebut, pihak panitia melibatkan arsitektur dan konsultan perencana. Sehingga, struktur bangunan Masjid Jami mempunyai nilai historis seni bangun arsitektur modern dengan berbagai ornamen lokal.  Wujudnya  megah, anggun, indah, karismatik, mempesona dan berwibawa.

” Secara konvensional, pembangunan Masjid Jami ini didominasi gaya Timur Tengah, di mana agama Islam pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan,” kata Prof Tahril.

Menurut Prof Tahril, untuk merealisasikan niat suci warga Huntap Tondo dalam membangun rumah ibadah ini, memang membutuhkan tenaga, pemikiran dan dana. Utamanya dukungan dan support dari masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan di daerah ini karena anggarannya cukup fantastis.

Meski warga korban gempa bumi, tsunami dan likufaksi telah habis harta benda serta kehilangan keluarga dan sanak famili, namun alhamdulillah iman tidak tergerus dan tetap bangkit untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah  SWT.  Salah satu bentuknya, berusaha mewujudkan rumah ibadah yang nyaman,  indah yang kelak menjadi alat pemersatu bangsa.

“Kami yakin Insya Allah niat tulus ini mendapat restu dan diijabah oleh Allah SWT, ” tegasnya.

Panitia tambah Prof Tahril, saat ini tengah mempersiapkan proses acara  peletakan batu pertama yang rencananya akan dilakukan pada  Selasa 5 April 2022 oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid.   Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah.

Prof Tahril  mengingatkan bahwa sabda Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam  sangat jelas menegaskan barang siapa membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga. (HR. Ibnu Majah).

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan tempat ibadah sebagai kebutuhan penting terkait dengan upaya membangun rohani manusia.

 “Ini penting bagi pembangunan manusia, karena tidak hanya fisik, tapi rohani juga kita harus di bangun,” ujarnya. (agus manggona/teraskabar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *